
Lapas Manado tingkatkan kualitas WBP melalui pelatihan keterampilan

Manado (ANTARA) - Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Manado, Sulawesi Utara, Krisman Ziliwu, mengatakan jajarannya terus meningkatkan kualitas Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui pelatihan keterampilan.
"Kami terus meningkatkan kualitas pembinaan bagi WBP, salah satunya melalui program pembinaan kemandirian yang diarahkan untuk membekali mereka dengan keterampilan produktif dan menjadi bekal setelah kembali ke tengah masyarakat," kata Krisman di Manado, Jumat.
Melalui berbagai kegiatan pelatihan keterampilan, WBP diberikan kesempatan untuk mengembangkan potensi, kreativitas, serta kemampuan kerja sesuai dengan minat dan bakat masing-masing.
Pembinaan tersebut tidak hanya berorientasi pada kegiatan selama menjalani masa pidana, tetapi juga menjadi bagian dari proses mempersiapkan WBP agar mampu hidup mandiri dan produktif setelah selesai menjalani masa pembinaan.
Program pembinaan kemandirian telah menghasilkan berbagai produk keterampilan karya WBP, mulai dari kerajinan tangan, produk berbahan kayu, hingga berbagai hasil karya kreatif lainnya.
Produk-produk tersebut menjadi bukti nyata bahwa WBP mampu menghasilkan karya yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi apabila diberikan kesempatan, pendampingan, serta pembinaan yang berkelanjutan.
Menurut Kalapas, pembinaan kemandirian merupakan salah satu upaya strategis dalam membangun kepercayaan diri dan keterampilan WBP.
“Kami ingin memastikan bahwa selama menjalani masa pembinaan, WBP mendapatkan bekal yang bermanfaat," katanya menambahkan.
Melalui pembinaan kemandirian, WBP tidak hanya belajar keterampilan, tetapi juga belajar tentang kedisiplinan, tanggung jawab, kreativitas, dan bagaimana menghasilkan sesuatu yang bernilai,” ujar Krisman.
Hasil karya WBP juga diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga memiliki kualitas dan daya saing yang lebih baik.
"Dengan pembinaan yang konsisten, produk keterampilan WBP dapat menjadi salah satu bentuk kontribusi positif sekaligus membuka peluang ekonomi bagi mereka ketika nantinya kembali ke masyarakat," ujarnya.
Program pembinaan kemandirian tersebut merupakan upaya lapas mewujudkan tujuan pemasyarakatan, yaitu membentuk WBP agar menyadari kesalahan, memperbaiki diri.
Selain itu tidak mengulangi tindak pidana, serta dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat dan mampu berperan secara aktif sebagai anggota masyarakat yang produktif.
"Melalui pembinaan yang berkelanjutan, Lapas berkomitmen untuk terus menciptakan berbagai inovasi dan peluang pengembangan keterampilan bagi WBP. Karya WBP, bukti bahwa proses pembinaan dapat melahirkan kreativitas, produktivitas, dan kemandirian," sebutnya.
Pewarta : Karel Alexander Polakitan
Editor:
Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
