Minahasa, (Antara News) - Pengunjung berasal dari berbagai kota dan kabupaten di Sulawesi Utara (Sulut) memadati obyek wisata religius Bukit Kasih di Desa Kanonang, Kabupaten Minahasa.
Pemantauan ANTARA, Sabtu, pengunjung yang datang ke lokasi obyek wisata itu, ada yang menggunakan kendaraan roda dua maupun empat baik secara bersendiri, berpasangan maupun berkelompok atau rombongan.
Selain warga Sulut obyek wisata yang jaraknya sekitar 50 kilometer dari Kota Manado itu, juga dikunjungi pegunjung dari daerah lainnya di Indonesia.
Edi Santoso salah seorang pengunjung dari Surabaya, Jawa Timur mengatakan kagum dengan keindahan obyek wisata religius tersebut.
"Obyek wisata ini menunjukkan bagaimana terciptanya suatu kebersamaan dari seluruh warga di Sulut," kata Santoso.
Menurut Santoso, kedatangannya di lokasi wisata Bukit kasih itu adalah baru yang pertama kalinya.
"Obyek ini wisata sungguh indah dan menarik," katanya sambil memotret monumen bukit kasih.
Devi pengunjung lainnya dari Manado, mengatakan, obyek wisata ini memberikan pemandangan yang menarik untuk dinikmati.
"Saya senang berkunjung ke lokasi ini," kata Devi yang datang bersama rombongan ke obyek wisata itu.
Sementara petugas penjaga pintu masuk obyek wisata Frangky Kilala mengatakan, pada masa liburan sekolah sekarang ini, terjadi peningkatan pengunjung.
Sebelumnya setiap hari pengunjung yang datang hanya sekitar 30 kendaraan per hari, tetapi saat ini mencapai sekitar 200 kendaraan per hari.
"Banyak warga memanfaatkan hari libur untuk mengunjungi obyek wisata ini,"' katanya.
Untuk memasuki obyek wisata tersebut, pengunjung dipungut Rp1.000 per orang, sementara kendaraan roda dua Rp2.000 per buah, kendaraan roda empat Rp3.000 per buah dan kendaraan bus Rp 5.000 per buah.
Di obyek wisata tersebut selain memiliki keindahan alam, dengan air panas dan belerang, juga terdapat tempat ibadah seperti gereja, masjid, pura dan vihara.
Pada obyek tersebut juga terdapat monumen kasih, kolam renang air panas, serta tersedia berbagai penganan seperti jagung rebus, jagung bakar untuk dinikmati pengunjung. (*)

