Logo Header Antaranews Manado

Persatukan Kawanua

Selasa, 15 Juni 2010 05:27 WIB
Image Print
Guido Merung (Foto : Ist).

Misi Bank Sulut menjelajah 50 kota di Indonesia guna menancapkan sayap dengan misi persatukan warga Kawanua (Manado dan Gorontalo) dan tampil jadi pelayan nomor satu bagi masyarakat Indonesia, mulai memperlihatkan tanda mengagumkan.

Pengembangan sayap di Kota Pahlawan Surabaya diawali customer gathering di Hotel Shangri-La Surabaya, Jumat (11/2), disesaki warga Kawanua dari berbagai penjuru kota kedua terbesar di Indonesia tersebut, setidaknya menjadi bukti nyata.

Ketua Kerukunan Warga Kawanua Surabaya, Johny Kimbal mengakui, sekitar 15 ribu warga Kawanua di Surabaya sangat gembira karena Bank Sulut mendekatkan diri dengan warga Sulawesi Utara (Sulut) di mana saja, termasuk di Surabaya.

"Sudah lama warga Kawanua merindukan torang pe bank (itu bank kita-Red) untuk dekat dengan semua warga Sulut dan hari ini menjadi kenyataan," kata Johny Kimbal.

Kehadiran kantor Bank Sulut Cabang Surabaya berlokasi di Jalan Panglima Sudirman Nomor 99C tersebut, kata Kimbal, akan membantu mewujudkan kerinduan warga Kawanua di perantauan Jawa Timur untuk turut serta membangun Sulut, dengan menjadi nasabah.

Pemimpin Bank Indonesia Bali, Jeffrey Kairupan, yang juga warga Kawanua yang hadir dalam acara tersebut, memuji langkah manajemen Bank Sulut yang berani melakukan ekspansi di beberapa kota besar di Indonesia termasuk Surabaya.

"Ini merupakan awal menuju keberhasilan dan salut bagi direksi Bank Sulut yang berani bersaing memperebutkan pasar perbankan di tengah ketatnya persaingan antarbank di kota besar seperti Jakarta dan Surabaya," kata Jeffrey.

Wakil Pemimpin Bank Indonesia Surabaya, Mahmud, mengatakan, Bank Sulut akan berhadapan dengan 73 bank umum yang telah lebih dulu hadir di Surabaya, untuk itu dibutuhkan inovasi baik layanan maupun produk guna merebut pasar lebih besar.

"Bank yang mampu berinovasi baik produk maupun layanan akan mampu bersaing, sebab potensi pasar perbankan sebenarnya masih cukup lebar, termasuk di Surabaya masih terbuka lebar, untuk itu dibutuhkan sikap profesionalitas manajemen dan seluruh karyawan Bank Sulut," kata Mahmud.

Kepala Biro Ekonomi Pemerintah Provinsi Sulut, Adry Manengkei, mengatakan, Pemerintah Provinsi Sulut selaku pemegang saham terbesar Bank Sulut, menyokong sepenuhnya langkah ekspansi dilakukan direksi dan manajemen ke berbagai kota di Indonesia.

"Pemegang saham selalu siap menambah sahamnya, tetapi akan lebih kuat lagi bila ada keinginan mencari sumber pendanaan terutama pihak ketiga (DPK), dan direksi Bank Sulut saat ini tanggap dengan melakukan ekspansi ke berbagai kota di Indonesia," kata Adry.

Bupati Boalemo, Provinsi Gorontalo, Iwan Bookings, yang juga jadi pesaham Bank Sulut, mengatakan, direksi dan manejemen Bank Sulut telah melakukan strategi tepat, dengan membuka cabang di sejumlah kota besar di Indonesia.

"Kota besar merupakan pusat berputarnya dana masyarakat, untuk itu mendukung sepenuhnya direksi yang ada sekarang yang terus berkiprah membuka kantor jaringan di di berbagai kota," kata Iwan.

* Wartawan ekonomi Perum LKBN ANTARA Sulut, alumnus FE Unsrat.



Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026