Manado, (Antara News) - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Manado menggelar lomba sapu laut di Pulau Siladen, Kecamatan Bunaken untuk kelompok penyelam dan masyarakat umum, Sabtu.
"Gerakan sapu laut itu merupakan bagian dari sapta pesona untuk mengajak masyarakat Siladen dan Kota Manado pada umumnya untuk mendukung Manado Kota Pariwisata Dunia 2010 yang merupakan misi pemerintah kota," kata Plh Wali Kota Manado Robby Mamuaja saat membuka acara di Siladen, Sabtu.
Mamuaja mengatakan, lomba tersebut akan diagendakan sebagai salah satu kegiatan rutin pemerintah untuk meningkatkan rasa cinta masyarakat Manado kepaga lingkungan dan direncanakan dilakukan di pulau-pulau terutama di kawasan Taman Nasional Laut Bunaken (TNLB).
Kepala Dinas Pariwisata Manado Hendrik Waroka mengatakan lomba tersebut dibuka bagi umum yakni masyarakat atau penduduk pulau dan dari luar serta kelompok penyelam.
"Lomba tersebut memperebutkan piala serta uang tunai, bahkan seluruh peserta mendapatkan uang sebesar Rp200 ribu sebagai pembinaan bagai mereka, yang diharapkan akan memicu semangat dan memotivasi mereka untuk lebih mencintai lingkungan dan menjaga kelestarian yang jadi andalan wisata Manado," kata Hendrik Waroka.
Tokoh masyarakat Siladen, Nus Rahasia mengatakan, gerakan sapu laut tersebut adalah hal baik karena membuat seluruh penduduk termotivasi untuk mencintai lingkungan, terutama mengajak warga untuk mendukung gerakan MKPD.
Rahasia juga berharap dengan gerakan sapu laut, pemerintah lebih memperhatikan penduduk Siladen karena sudah banyak dirugikan akibat pengelolaan TNLB yang kurang memberikan kontribusi bagi mereka, padahal penduduk pulau itu menjadi penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Manado.
Lomba tersebut diikuti oleh tujuh puluh kelompok dengan anggota masing-masing dua orang, dari Bunaken ada 10 kelompok dan penyelam 10 kelompok yang masing-masing beranggotakan lima orang.
Juara satu direbut kelompok penyelam Minahasa dan mendapatkan tropi karena berhasil mengangkut sampah sebanyak 160 kilogram, sementara dari penduduk juara disabet penduduk asli dan mendapatkan tropi serta uang tunai. (*)

