
Tujuh Indikator MDGs Diharapkan Dari SP2010

Manado, (Antara News) - Terdapat tujuh indikator yang diperoleh dari Sensus Penduduk Tahun 2010 sebagai bahan evaluasi the Millenium Development Goals(MDGs).
"Ketujuh indikator tersebut yakni pendidikan dasar penduduk, kesetaraan gender dalam pendidikan dan ketenagakerjaan, angka kematian balita, angka kematian ibu, proporsi penduduk memasak dengan kayu bakar, sanitasi dan air minum, serta status kepemilikan rumah," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Jasa Bangun di Manado, Senin.
Menurut Jasa, ketujuh indikator tersebut merupakan urgensi yang diharapkan diperoleh melalui sensus penduduk yang keenam dilaksanakan di Indonesia sejak kemerdekaan.
Begitu pentingnya, ketujuh indikator tersebut untuk pembangunan bangsa ke depan, untuk itu, kata Jasa, petugas pencacah sudah dilatih secara cermat dapat menghasilkan data sekurat mungkin dari masyarakat.
"Sudah menjadi visi dan misi seluruh petugas terkait sensus penduduk ini dapat menghasilkan data dengan tingkat kecermatan tinggi," kata Jasa.
Sedapat mungkin tingkat kesalahan data (unforce error) nol, dan itu hanya dapat diperoleh jika proses pencacahan dilakukan secara cermat dan responden memberikan jawaban yang sebenarnya.
Jasa mengatakan secara umum ada lima urgensi SP2010 selain MDGs, yakni menjadi data dasar kependudukan, kerangka contoh induk dan basis utama proyeksi penduduk 2010-2020, perkiraan parameter demograsi dan sumber data untuk program "targeting".
Karena begitu pentingnya SP2010 ini, kata Jasa, maka meminta seluruh masyarakat Indonesia mendukung sepenuhnya dengan memberikan data sebagaimana yang sebenarnya.
Sejarah sensus penduduk di Indonesia, tahun 1920 terbatas di pulau Jawa, tahun 1930 seluruh India Belanda.
Sementara pelaksanaan sejak kemerdekaan Indonesia, masing-masing berlangsung pada tahun 1961, 1971, 1980, 1990, 2000 dan 2010 ini. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
