
Aksi Unjukrasa di Sulbar Cukup Tinggi

Mamuju (ANTARA Sulsel) - Kepala Badan Kesatuan Bangsa (Kesbang) Sulawesi Barat (Sulbar), Syahruddin Hardy, mengungkapkan, aksi unjuk rasa di Sulbar tercatat cukup tertinggi selama 2009.
"Berdasarkan hasil pendataan [pihak kepolisian setempat, izin demo yang terbanyak dikeluarkan adalah Sulbar," kata Syahruddin, di Mamuju, Kamis, tanpa menyebut total izin yang dikeluarkan oleh polisi di wilayah itu.
Menurutnya, demo yang dilakukan para mahasiswa di wilayah Sulbar ini mengalami peningkatan yang signifikan, walau begitu, aksi para demonstran yang terjadi sepanjang tahun 2009 di Sulbar masih dalam status wajar, tanpa ada kegiatan yang anarkis.
"Para demonstran di Sulbar tidak melakukan aksi anarkis yang dapat merusak ketertiban dan menimbulkan keresahan di masyarakat," tuturnya.
Ia menyebutkan, para mahasiswa yang turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasinya sepanjang tahun 2009 sudah sesuai dengan protap yang ada.
"Mahasiswa maupun LSM yang melakukan demo masih dalam batas yang wajar, tanpa melakukan tindakan anarkisme," tuturnya.
Dia mengungkapkan, secara pribadi maupun kelembagaan, dirinya memberikan apresiasi positif akan pelaksanaan kegiatan demo yang dilakukan mahasiswa maupun LSM, sepanjang aksi itu sesuai dengan ketentuan yang ada tanpa harus membuat praktek yang menimbulkan keresahan luas ditengan masyarakat.
"Di era saat sekarang, kegiatan unjuk rasa bukanlah hal yang baru. Saya mendukung kegiatan demonstran sepanjang sesuai dengan mekanisme yang ada," imbuhnya.
Syahruddin berharap, para mahasiswa maupun LSM yang menyampaikan aspirasinya yang logis, dalam rangka mencapai visi pemerintah, yakni percepatan pembangunan daerah di wilayah Sulbar.
"Demo adalalah kritikan terhadap pemerintah, agar dalam menjalankan tugas pokok di pemerintahan bisa terkontrol dengan baik tanpa melakukan kegiatan yang dapat menyimpan dari aturan yang ada," timpalnya.
(T.PSO-104/S016)
