DPRD Manado rapat bahas pergeseran anggaran COVID-19 dan reses
Kamis, 23 April 2020 21:31 WIB
Wakil.ketua DPRD Manado, Noortje Henny Van Bone. (Jo/antara) (1)
Manado (ANTARA) - DPRD Kota Manado, menggelar rapat Kamis siang, membahas tentang pergeseran anggaran untuk COVID-19, perhitungan anggaran dan reses.
"Kami menggelar rapat membahas pergeseran anggaran yang dilakukan pemerintah untuk membantu masyarakat terdampak COVID-19," kata Wakil Ketua DPRD Manado, Noortje Henny Van Bone, di Manado, Kamis.
Dia mengatakan, DPRD akan meminta pemerintah kota menjelaskan dengan rinci, apa saja yang digeser dari mata anggaran apa saja , berapa besarnya.
"Kami akan minta agar yang dipotong adalah belanja modal, sehingga tidak terlalu mengganggu jalannya pemerintahan dan pembangunan serta pelayanan masyarakat," katanya.
Ibu Noor, sapaan akrabnya mengakui saat ini pemerintah kota Manado, menggeser anggaran sekitar Rp30 miliar untuk penanganan COVID-19, agar jelas.
Dalam rapat itu katanya, perhitungan anggaran dan LKPJ wali kota juga menjadi pembahasan yang harus dilakukan mengingat kondisi yang masih sulit dan belum mengizinkan pertemuan banyak orang seperti sekarang.
"Kami juga membahas, tentang rencana reses yang akan dilakukan DPRD Manado, dan kemungkinan perubahannya yang akan kami lakukan, mengingat kondisi sekarang ini," katanya.
Sebab menurutnya, akan ada perubahan dalam pola reses kali ini, tetapi untuk memastikan hal itu tidak akan berdampak hukum, maka pihaknya akan menunggu dulu dasar hukumnya, semisal Perwal atau apa sebutannya.
"Yang pasti pembahasan ini akan kami tindaklanjuti dengan menyampaikan pada pemerintah sehingga ada kejelasan nantinya," katanya. ***
"Kami menggelar rapat membahas pergeseran anggaran yang dilakukan pemerintah untuk membantu masyarakat terdampak COVID-19," kata Wakil Ketua DPRD Manado, Noortje Henny Van Bone, di Manado, Kamis.
Dia mengatakan, DPRD akan meminta pemerintah kota menjelaskan dengan rinci, apa saja yang digeser dari mata anggaran apa saja , berapa besarnya.
"Kami akan minta agar yang dipotong adalah belanja modal, sehingga tidak terlalu mengganggu jalannya pemerintahan dan pembangunan serta pelayanan masyarakat," katanya.
Ibu Noor, sapaan akrabnya mengakui saat ini pemerintah kota Manado, menggeser anggaran sekitar Rp30 miliar untuk penanganan COVID-19, agar jelas.
Dalam rapat itu katanya, perhitungan anggaran dan LKPJ wali kota juga menjadi pembahasan yang harus dilakukan mengingat kondisi yang masih sulit dan belum mengizinkan pertemuan banyak orang seperti sekarang.
"Kami juga membahas, tentang rencana reses yang akan dilakukan DPRD Manado, dan kemungkinan perubahannya yang akan kami lakukan, mengingat kondisi sekarang ini," katanya.
Sebab menurutnya, akan ada perubahan dalam pola reses kali ini, tetapi untuk memastikan hal itu tidak akan berdampak hukum, maka pihaknya akan menunggu dulu dasar hukumnya, semisal Perwal atau apa sebutannya.
"Yang pasti pembahasan ini akan kami tindaklanjuti dengan menyampaikan pada pemerintah sehingga ada kejelasan nantinya," katanya. ***
Pewarta : Joyce Hestyawatie B
Editor : Jorie MR Darondo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Agenda mediasi di PN Manado, Pdt Ricky Tafuama tetap minta Rp5,2 M dikembalikan
30 January 2026 6:07 WIB
Terpopuler - DPRD
Lihat Juga
Reses III Wakil Ketua DPRD Manado, aspirasi dikawal sampai terealisasi
30 November 2022 7:20 WIB, 2022
Ketua DPRD Manado dukung rencana pemerintah tambah waktu siswa di sekolah
22 September 2022 22:08 WIB, 2022