Legislator Manado minta Disdikbud lebih perhatikan anak putus sekolah
Selasa, 3 Desember 2019 20:54 WIB
Jurani melihat langsung kondisi dua anak putus sekolah di GPI (ist/ANTARA) (1)
Manado (ANTARA) - Legislator Manado dari PSI, Jurani Rurubua, SST, minta dinas pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) lebih memperhatikan lagi anak-anak usia sekolah yang putus sekolah karena ketidakmampuan biaya.
"Saya menerima informasi dari masyarakat mengenai dua anak usia sekolah bernama Abdul Kadir Daud dan Abdul Rahman Daud yang terpaksa berhenti dari bangku pendidikan, karena kondisi orang tuanya yang tak mampu, sebab ayahnya Lian Daud sakit dan ibunya Hadijah Langgango pun hanya bisa menghasilkan uang Rp50-70 ribu perhari, yang hanya cukup untuk makan, mereka butuh perhatian khusus," kata Jurani di Manado.
Dia mengatakan, anak-anak seperti itulah yang seperti itulah yang butuh perhatian seperti beasiswa, karena ada yang dianggarkan di APBD agar bisa tetap bersekolah, sehingga haknya mengenyam pendidikan tetap diperoleh.
Sis Rani sapaan akrabnya, yang berbicara sebagai wakil rakyat Manado itu, mengatakan kondisi seperti inilah yang harusnya mendapatkan perhatian agar tetap bersekolah.
Di sisi lain, setelah melihat langsung kondisi kedua anak bernama Abdul Kadir Daud dan Abdul Rahman Daud, di Perumahan GPI Manado, Sis Rani langsung membantu dengan memberikan seragam dan alat tulis menulis.
Bahkan legislator cantik itu, langsung memberikan beasiswa kepada keduanya sampai lulus nanti, dan membujuk supaya tetap bersekolah.
Rani juga mengingatkan orang tua kedua anak itu, untuk mendorong anak-anaknya bersekolah bahkan mengantarkan supaya masuk kelas, dan jangan berhenti karena masa depan keduanya tergantung dari sekolah hari ini.
"Saya juga mengingatkan orang tua supaya tidak menyuruh anak-anak bekerja di jam sekolah, supaya tetap bisa mendapatkan haknya untuk bersekolah,"katanya.***
"Saya menerima informasi dari masyarakat mengenai dua anak usia sekolah bernama Abdul Kadir Daud dan Abdul Rahman Daud yang terpaksa berhenti dari bangku pendidikan, karena kondisi orang tuanya yang tak mampu, sebab ayahnya Lian Daud sakit dan ibunya Hadijah Langgango pun hanya bisa menghasilkan uang Rp50-70 ribu perhari, yang hanya cukup untuk makan, mereka butuh perhatian khusus," kata Jurani di Manado.
Dia mengatakan, anak-anak seperti itulah yang seperti itulah yang butuh perhatian seperti beasiswa, karena ada yang dianggarkan di APBD agar bisa tetap bersekolah, sehingga haknya mengenyam pendidikan tetap diperoleh.
Sis Rani sapaan akrabnya, yang berbicara sebagai wakil rakyat Manado itu, mengatakan kondisi seperti inilah yang harusnya mendapatkan perhatian agar tetap bersekolah.
Di sisi lain, setelah melihat langsung kondisi kedua anak bernama Abdul Kadir Daud dan Abdul Rahman Daud, di Perumahan GPI Manado, Sis Rani langsung membantu dengan memberikan seragam dan alat tulis menulis.
Bahkan legislator cantik itu, langsung memberikan beasiswa kepada keduanya sampai lulus nanti, dan membujuk supaya tetap bersekolah.
Rani juga mengingatkan orang tua kedua anak itu, untuk mendorong anak-anaknya bersekolah bahkan mengantarkan supaya masuk kelas, dan jangan berhenti karena masa depan keduanya tergantung dari sekolah hari ini.
"Saya juga mengingatkan orang tua supaya tidak menyuruh anak-anak bekerja di jam sekolah, supaya tetap bisa mendapatkan haknya untuk bersekolah,"katanya.***
Pewarta : Joyce Hestyawatie B
Editor : Christian Alberto Kowaas
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Reses III, Legislator Jurani Rurubua periksa infrastruktur bermasalah
07 December 2021 8:25 WIB, 2021
Jurani Rurubua, SST terima penghargaan legislator teladan se-Sulut dari FPP
21 December 2019 18:08 WIB, 2019
Legislator Jurani Rurubua desak Pemkot Manado lelang proyek Januari
18 November 2019 21:21 WIB, 2019
Terpopuler - DPRD
Lihat Juga
Reses III Wakil Ketua DPRD Manado, aspirasi dikawal sampai terealisasi
30 November 2022 7:20 WIB, 2022
Ketua DPRD Manado dukung rencana pemerintah tambah waktu siswa di sekolah
22 September 2022 22:08 WIB, 2022