Komisi III DPRD periksa sungai Paal Dua
Senin, 2 Desember 2019 20:53 WIB
Ketua dan personel komisi III, memeriksa sungai di bawah jembatan kuning dan IPAL RS Siloam. (jo/ant) (1)
Manado (ANTARA) - Menerima keluhan dari masyarakat di kawasan Paal Dua, Komisi III DPRD Manado, langsung turun lapangan (Turlap) memeriksa sungai yang diduga ditimbun hingga sekaligus memeriksa IPAL RS Siloam yang baru, Senin.
"Kami harus memeriksa lokasi, sebagai tindak lanjut dari keluhan yang disampaikan masyarakat, lagipula ini sudah menjadi agenda tetap komisi III Turlap setiap minggu," kata Ketua Komisi III, Ronni Makawata, SE, didampingi personel Komisi, Jurani Rurubua, SST, di kawasan Paal Dua Manado. Ketua komisi III, memeriksa sungai di bawah jembatan kuning dan IPAL RS Siloam. (jo/ant) (1)
Roma bersama Sis Rani, sapaan akrab keduanya, langsung memeriksa lokasi yakni jembatan kuning di Paal Dua dan menemukan gundukan sampah yang tinggi di kolongnya, sehingga menyebabkan bagian bawah jembatan itu hampir tertutup.
Kemudian ke kantor kelurahan, namun lurah Donny Taroreh, sedang tidak berada di tempat karena rapat di kantor wali kota, lalu menuju ke RS Siloam bersama kepala lingkungan, memeriksa sungai di belakang dan diterima Direktur rumah sakit, dr. Paulina Kasih. Ketua dan personel komisi III, memeriksa sungai di bawah jembatan kuning dan IPAL RS Siloam. (jo/ant) (1)
Baik Sis Rani maupun Roma, mempertanyakan apakah air hasil pengolahan limbah rumah langsung dibuang ke sungai atau tidak, dan bagaimana kondisi IPAL rumah sakit.
Pertanyaan itu dijawab Paulina bahwa pihaknya sudah melakukan semua prosedur yang diwajibkan, mulai dari lingkungan hidup sampai ke perizinan.
Paulina juga mengajak keduanya memeriksa kondisi IPAL Siloam, dan mengingatkan akan terus memantau serta minta data rinci tentang instalasi pengelolaan air limbah tersebut, dan menjamin yang sudah di sungai itu bersih. Ketua dan personel komisi III,di Kantor L:urah Paal Dua (ANTARA/ Joyce Bukarakombang (1)
Di sisi lain, baik Sis Rani maupun Roma mengakui khawatir dengan air limba yang dibuang itu karena ke sungai sementara di situ ada PDAM, sedangkan yang lainnya masih menggunakan air dari situ.
Namun setelah mendengarkan semua penjelasan, keduanya mengatakan, sudah baik, tetapi akan terus mengawasi jangan sampai ada masalah karena akan berdampak pada masyarakat. ***
"Kami harus memeriksa lokasi, sebagai tindak lanjut dari keluhan yang disampaikan masyarakat, lagipula ini sudah menjadi agenda tetap komisi III Turlap setiap minggu," kata Ketua Komisi III, Ronni Makawata, SE, didampingi personel Komisi, Jurani Rurubua, SST, di kawasan Paal Dua Manado. Ketua komisi III, memeriksa sungai di bawah jembatan kuning dan IPAL RS Siloam. (jo/ant) (1)
Roma bersama Sis Rani, sapaan akrab keduanya, langsung memeriksa lokasi yakni jembatan kuning di Paal Dua dan menemukan gundukan sampah yang tinggi di kolongnya, sehingga menyebabkan bagian bawah jembatan itu hampir tertutup.
Kemudian ke kantor kelurahan, namun lurah Donny Taroreh, sedang tidak berada di tempat karena rapat di kantor wali kota, lalu menuju ke RS Siloam bersama kepala lingkungan, memeriksa sungai di belakang dan diterima Direktur rumah sakit, dr. Paulina Kasih. Ketua dan personel komisi III, memeriksa sungai di bawah jembatan kuning dan IPAL RS Siloam. (jo/ant) (1)
Baik Sis Rani maupun Roma, mempertanyakan apakah air hasil pengolahan limbah rumah langsung dibuang ke sungai atau tidak, dan bagaimana kondisi IPAL rumah sakit.
Pertanyaan itu dijawab Paulina bahwa pihaknya sudah melakukan semua prosedur yang diwajibkan, mulai dari lingkungan hidup sampai ke perizinan.
Paulina juga mengajak keduanya memeriksa kondisi IPAL Siloam, dan mengingatkan akan terus memantau serta minta data rinci tentang instalasi pengelolaan air limbah tersebut, dan menjamin yang sudah di sungai itu bersih. Ketua dan personel komisi III,di Kantor L:urah Paal Dua (ANTARA/ Joyce Bukarakombang (1)
Di sisi lain, baik Sis Rani maupun Roma mengakui khawatir dengan air limba yang dibuang itu karena ke sungai sementara di situ ada PDAM, sedangkan yang lainnya masih menggunakan air dari situ.
Namun setelah mendengarkan semua penjelasan, keduanya mengatakan, sudah baik, tetapi akan terus mengawasi jangan sampai ada masalah karena akan berdampak pada masyarakat. ***
Pewarta : Joyce Hestyawatie B
Editor : Jorie MR Darondo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
DPP PDIP siapkan PAW setelah viral video Wahyudin Moridu "rampok uang negara"
22 September 2025 5:53 WIB
Anggota DPRD Gorontalo ngaku tidak sadar ucapan "rampok uang negara" direkam
20 September 2025 18:20 WIB
Terpopuler - DPRD
Lihat Juga
Reses III Wakil Ketua DPRD Manado, aspirasi dikawal sampai terealisasi
30 November 2022 7:20 WIB, 2022
Ketua DPRD Manado dukung rencana pemerintah tambah waktu siswa di sekolah
22 September 2022 22:08 WIB, 2022