Bara Hasibuan Sosialiasi Empat Pilar di Bitung
Sabtu, 19 Januari 2019 18:13 WIB
Sosialisasi pilar kebangsaan di Girian Indah Bitung. (Jo) (1)
Manado, (Antaranews Sulut) - Anggota Komisi VII DPR RI, Dr. Bara Krishna Hasibuan Walewangko, Sabtu (19/1) gelar sosialisasi empat pilar kebangsaan, di Girian Indah, Bitung.
Bara menyosialisasikan empat pilar kebangsaan kepada para tokoh agama dan pemuka gereja di wilayah Kota Bitung, termasuk sejarah keberadaan pilar kebangsaan serta mengajak untuk selalu menjaga dan mengamalkan Pancasila.
"Kita banyak mendengar berbagai kejadian intoleransi yang masih terjadi, di Indonesia seperti penutupan rumah ibadah, seperti yang masih hangat dua gereja ditutup di Sumatera Utara, itu sangat saya sesalkan," kata Bara, di Bitung. Sosialisasi pilar kebangsaan di Girian Indah Bitung. (Jo) (1)
Dia mengatakan, hal hal seperti itu terjadi karena masyarakat masih kurang paham dalam melaksanakan Pancasila, sebab itulah perlu disosialisasikan terus menerus.
"Empat pilar kebangsaan itu adalah Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka tunggal Ika, yang harus dijaga bersama," katanya.
Bara juga menghangatkan ingatan masyarakat, tentang sejarah berdirinya negara yang dibangun atas dasar keragaman, dimana para "founding father" memilih mengesampingkan dominasi tertentu dan menjadikan Pancasila sebagai dasar, demi persatuan dan kesatuan. Sosialisasi pilar kebangsaan di Girian Indah Bitung. (Jo) (1)
"Karena itulah maka Pancasila menjadi way of life juga tiga pilar lainnya lahir dari hasil pemikiran tentang paham kebangsaan dan persatuan, yang harus dipertahankan," katanya.
Dalam sosialiasi empat pilar itu, dia juga menyebutkan nama-nama para pendiri bangsa yang juga berasal dari berbagai latar belakang agama, seperti Mr. AA. Maramis, Latuharhary dan nama-nama lainya yang menunjukan keragaman suku agama dan budaya.
Sementara sosialiasi juga berlangsung tanya jawab, serta dialog tentang pilar kebangsaan.***
Bara menyosialisasikan empat pilar kebangsaan kepada para tokoh agama dan pemuka gereja di wilayah Kota Bitung, termasuk sejarah keberadaan pilar kebangsaan serta mengajak untuk selalu menjaga dan mengamalkan Pancasila.
"Kita banyak mendengar berbagai kejadian intoleransi yang masih terjadi, di Indonesia seperti penutupan rumah ibadah, seperti yang masih hangat dua gereja ditutup di Sumatera Utara, itu sangat saya sesalkan," kata Bara, di Bitung. Sosialisasi pilar kebangsaan di Girian Indah Bitung. (Jo) (1)
Dia mengatakan, hal hal seperti itu terjadi karena masyarakat masih kurang paham dalam melaksanakan Pancasila, sebab itulah perlu disosialisasikan terus menerus.
"Empat pilar kebangsaan itu adalah Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka tunggal Ika, yang harus dijaga bersama," katanya.
Bara juga menghangatkan ingatan masyarakat, tentang sejarah berdirinya negara yang dibangun atas dasar keragaman, dimana para "founding father" memilih mengesampingkan dominasi tertentu dan menjadikan Pancasila sebagai dasar, demi persatuan dan kesatuan. Sosialisasi pilar kebangsaan di Girian Indah Bitung. (Jo) (1)
"Karena itulah maka Pancasila menjadi way of life juga tiga pilar lainnya lahir dari hasil pemikiran tentang paham kebangsaan dan persatuan, yang harus dipertahankan," katanya.
Dalam sosialiasi empat pilar itu, dia juga menyebutkan nama-nama para pendiri bangsa yang juga berasal dari berbagai latar belakang agama, seperti Mr. AA. Maramis, Latuharhary dan nama-nama lainya yang menunjukan keragaman suku agama dan budaya.
Sementara sosialiasi juga berlangsung tanya jawab, serta dialog tentang pilar kebangsaan.***
Pewarta : Joyce Hestyawatie B
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Otto Hasibuan tegaskan kualitas advokat harus ditingkatkan hadapi KUHP baru
11 November 2025 12:58 WIB
Otto Hasibuan sebut pers bentuk wajah demokrasi dan bangun kesadaran publik
23 October 2025 19:56 WIB
Otto Hasibuan sebut Megawati tak tepat sampaikan "amicus curiae" karena berperkara di MK
16 April 2024 16:47 WIB, 2024
Kuasa hukum Prabowo-Gibran sebut permohonan Anies-Muhaimin salah kamar
28 March 2024 17:41 WIB, 2024
Diminta jadi pengacara Djoko Tjandra, Otto Hasibuan pertanyakan eksekusi
01 August 2020 21:37 WIB, 2020
Dirjen pengelolaan limbah sampah B3-Bara Hasibuan ajak milenial kurangi sampah plastik
27 March 2019 20:20 WIB, 2019
Kementerian LHK-Komisi VII DPR-RI gelar kampanye anti sampah plastik 27 Maret
26 March 2019 11:58 WIB, 2019
Terpopuler - DPRD
Lihat Juga
Reses III Wakil Ketua DPRD Manado, aspirasi dikawal sampai terealisasi
30 November 2022 7:20 WIB, 2022
Ketua DPRD Manado dukung rencana pemerintah tambah waktu siswa di sekolah
22 September 2022 22:08 WIB, 2022