Sulut Dorong Daging Pala Makin Diminati Eropa
Kamis, 13 Juli 2017 9:53 WIB
Manado, 11/7 (Antara) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Utara mendorong produk daging buah pala kering agar semakin diminati oleh pasar Eropa.
"Ke depan berbagai perbaikan kualitas dan kuantitas akan dilakukan oleh petani dan pengekspor di Sulut, agar daging buah pala kering semakin diminati pasar Eropa," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulut Jenny Karouw, di Manado, Selasa.
Jenny menyatakan memang dalam beberapa tahun terakhir ini buah pala kering sudah masuk ke pasar Eropa namun baru ke Italia.
"Dengan berbagai perbaikan, ke depan kami ingin daging pala kering ini bisa masuk ke negara-negara lain di Eropa," katanya lagi.
Namun tentunya harus ditunjang dengan kualitas produk yang berstandar internasional.
"Tidak bisa dipungkiri kualitas pala Siau asal Sulut sangat diminati masyarakat Eropa," katanya pula. Hal ini harus dimanfaatkan dengan baik oleh petani dan pengekspor Sulut.
"Berbagai promosi dan sebagainya akan dilakukan oleh pemerintah," ujarnya lagi.
Selama ini, katanya pula, produk turunan pala baik biji pala maupun bunga pala diekspor ke Belanda, Jerman, Italia, dan Inggris.
"Masih banyak negara di Eropa yang perlu digarap lagi," kata dia.
Komoditas pala asal Provinsi Sulut paling banyak dari Kabupaten Kepulauan Sitaro yang dikenal dengan Pala Siau. Kemudian, di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Talaud dan juga Kabupaten Minahasa Utara.***3***
Budisantoso Budiman
(T.KR-NCY/B/B014/B014) 11-07-2017 09:19:23
"Ke depan berbagai perbaikan kualitas dan kuantitas akan dilakukan oleh petani dan pengekspor di Sulut, agar daging buah pala kering semakin diminati pasar Eropa," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulut Jenny Karouw, di Manado, Selasa.
Jenny menyatakan memang dalam beberapa tahun terakhir ini buah pala kering sudah masuk ke pasar Eropa namun baru ke Italia.
"Dengan berbagai perbaikan, ke depan kami ingin daging pala kering ini bisa masuk ke negara-negara lain di Eropa," katanya lagi.
Namun tentunya harus ditunjang dengan kualitas produk yang berstandar internasional.
"Tidak bisa dipungkiri kualitas pala Siau asal Sulut sangat diminati masyarakat Eropa," katanya pula. Hal ini harus dimanfaatkan dengan baik oleh petani dan pengekspor Sulut.
"Berbagai promosi dan sebagainya akan dilakukan oleh pemerintah," ujarnya lagi.
Selama ini, katanya pula, produk turunan pala baik biji pala maupun bunga pala diekspor ke Belanda, Jerman, Italia, dan Inggris.
"Masih banyak negara di Eropa yang perlu digarap lagi," kata dia.
Komoditas pala asal Provinsi Sulut paling banyak dari Kabupaten Kepulauan Sitaro yang dikenal dengan Pala Siau. Kemudian, di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Talaud dan juga Kabupaten Minahasa Utara.***3***
Budisantoso Budiman
(T.KR-NCY/B/B014/B014) 11-07-2017 09:19:23
Pewarta : Nancy Lynda Tigauw
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Survei menyatakan anak muda Papua puas atas kinerja pemerintahan Jokowi
09 June 2022 14:35 WIB, 2022
BPS: Menyatakan Makanan dan tembakau picu inflasi Pangkalpinang 0,60 persen
01 October 2021 12:58 WIB, 2021
KPK menyatakan tetap fokus kerja berantas korupsi respons aksi massa
27 September 2021 14:30 WIB, 2021
PDPI:menyatakan Asap rokok jadi faktor utama terjadinya penyakit paru
24 September 2021 12:59 WIB, 2021
APTISI:menyatakan Perguruan tinggi perlukan kurikulum sesuai generazi Z
24 September 2021 12:12 WIB, 2021
Gerkatin:menyatakan Kelompok difabel perlu kesempatan untuk mandiri
23 September 2021 14:13 WIB, 2021
KSAL: menyatakan Ekonomi segera pulih dengan capaian vaksinasi sesuai target
17 September 2021 14:01 WIB, 2021
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Jalani sidang "debottlenecking", Menkeu pastikan aduan pengusaha ditangani serius
27 January 2026 8:01 WIB