Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa asosiasi pengusaha dalam dan luar negeri mengapresiasi pembentukan Badan Usaha Milik Negara Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI).

Airlangga mengatakan apresiasi tersebut disampaikan dalam pertemuan pihaknya dengan para asosiasi pengusaha dalam dan luar negeri terkait sosialisasi devisa hasil ekspor serta sosialisasi ekspor melalui DSI.

"Mereka mengapresiasi kebijakan yang diambil oleh pemerintah," kata Airlangga usai pertemuan dengan Presiden Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat.

Menurut Airlangga, hampir seluruh asosiasi pengusaha menyatakan dukungan terhadap kebijakan yang diambil pemerintah dan siap bekerja sama dengan badan yang dibentuk pemerintah tersebut.

"Mereka siap untuk bekerja sama dengan badan yang dibentuk oleh pemerintah," kata Airlangga.

Diketahui, Airlangga sebelum bertemu dengan Prabowo telah menyampaikan bahwa asosiasi industri memberikan respons positif terhadap pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI).

Dia menyebut asosiasi memahami pembentukan DSI dan tengah mempersiapkan implementasinya.

"Responsnya positif. Jadi, para asosiasi memahami dan mempersiapkan untuk implementasi," kata dia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat siang.

Airlangga menyampaikan asosiasi juga memberikan masukan terkait pentingnya transparansi serta kejelasan dari pembentukan maupun struktur dari badan baru tersebut.

"Yang mereka minta tentu transparansinya dan kejelasan dari badan pengatur BUMN yang baru," katanya.

Sebelumnya, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan pihaknya mendengarkan masukan dan melakukan sosialisasi dengan asosiasi pengusaha komoditas kelapa sawit dan paduan besi terkait pembentukan PT DSI.

"Tadi meeting, nanti kita mau ini dulu, mendengarkan masukan. Nanti sore juga dari semua asosiasi, Kadin, Apindo, asosiasi sawit, APBI, batu bara semua. Kita juga sekaligus sosialisasi, jadi kita mulai jam 4 sore," kata Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (21/5).

Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara, Kompleks MPR, DPR, DPD RI, Jakarta, Rabu (20/5) telah mengumumkan pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam (SDA).

Dalam PP terbaru itu, Prabowo menyebut dengan terbitnya aturan itu menjadikan BUMN menjadi eksportir tunggal untuk komoditas minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi (ferro alloy).

“Penjualan semua hasil sumber daya alam kita, kita mulai dengan minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi (ferro alloy), kita wajibkan harus dilakukan penjualannya melalui BUMN yang ditunjuk oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai pengekspor tunggal," ujar Presiden Prabowo.