Puluhan peserta yakni pengurus, pengawas dan manajemen dari CU dan LKM yang difasilitasi Komisi PSE-KM hadir. Beberapa di antaranya berasal dari Sulubombong dan Bolmong, dua CU yang sekarang memiliki aset miliaran rupiah.
Ketua Komisi PSE Keuskupan Manado Pastor Clemens Joy Derry Pr menjelaskan, tujuan pertemuan ini adalah untuk mengevaluasi gerakan CU yang difasilitasi Komisi PSE – KM dalam mewujudkan Renstra Keuskupan Manado Tahun 2012 – 2016 serta membentuk wadah perjumpaan aktivis CU untuk saling meneguhkan, saling belajar dan menyatukan visi dan misi CU di Keuskupan Manado.
Ada sejumlah agenda, menurut Pastor Derry, yang dilalui selama pertemuan yakni misa pembukaan, perkenalan, sapaan uskup, sharing misi CU dan nilai ASG, sharing dan diskusi tata kelola, penyusunan rekomendasi, sharing dan diskusi kewirausahaan, pembentukan forum CU / LKM – KM dan penyusunan program, serta misa penutupan.
Uskup Manado Mgr, Josef Suwatan MSC berkenan memberikan sapaan termasuk memotivasi para aktivis ini untuk terus – menerus memberi perhatian terhadap kaum kecil / miskin yang sangat membutuhkan bantuan.
Perhatian terhadap kaum kecil / miskin ini, menurut uskup adalah sejalan dengan ajaran sosial gereja (ASG). “Gereja sangat peduli terhadap kaum kecil atau miskin ini. Lewat CU atau LKM itu, mereka diberdayakan agar keluar dari kemiskinan,†ujar uskup.
Saat sesi pembentukan forum LKM – KM yang dipandu Pastor Benny Salombre Pr (mantan Ketua Komisi PSE - KM), peserta bersepakat membentuk forum komunikasi dan koordinasi LKM – KM yang kepengurusan pertama kalinya dipercayakan kepada Pengurus CU Kamberu Tanawangko untuk menyusunnya.