Jakarta (ANTARA) - Petinju Shakur Stevenson mendominasi Teofimo Lopez pada laga debutnya untuk merebut gelar juara dunia kelas welter junior (63,5 kg) World Boxing Organization (WBO) milik Lopez di Madison Square Garden, New York, Amerika Serikat.
"Saya melakukan apa yang seharusnya saya lakukan," kata Shakur Stevenson seusai kemenangan dalam kanal YouTube DAZN yang dipantau di Jakarta, Senin.
Juara dunia kelas ringan (61,2 kg) World Boxing Council (WBC) itu mengungguli Lopez baik secara teknik maupun kecerdikan bertarung sepanjang 12 ronde laga utama ajang The Ring 6.
Menghadapi lawan paling berpengalaman dan berbahaya dalam kariernya, Stevenson tetap berpegang pada prinsip pertahanan, memanfaatkan jab secara sangat efektif, konsisten bertarung dari jarak favoritnya, hingga mengalahkan Lopez lewat kemenangan mutlak dalam debutnya di kelas 140 pon.
Para juri memberikan angka 119-109, 119-109, 119-109, semuanya untuk Stevenson yang dinilai unggul 11 ronde atas Lopez yang gagal melakukan banyak penyesuaian setelah tertinggal.
"Inilah seni tinju: memukul tanpa terkena, dan membedah lawan sedikit demi sedikit. Saya bisa mengalahkan siapa pun. Saya hanya perlu memusatkan pikiran saya," kata Stevenson.
Petinju New Jersey itu melanjutkan, "Saya sudah bilang, saya adalah petinju terbaik di planet ini, dan saya berdiri teguh pada pernyataan itu".
Stevenson, 28 tahun, merebut gelar juara The Ring dan WBO kelas welter junior dari Lopez, sekaligus menjadi juara dunia di kelas keempat yang berbeda.
Peraih medali perak tinju Olimpiade 2016 Rio de Janeiro ini juga masih memegang gelar WBC kelas ringan, dan berpeluang kembali ke divisi 135 pon jika ia tidak puas dengan pilihan lawan di kelas 140 pon untuk pertarungan berikutnya.
Dengan kemenangan itu, Stevenson yang mencetak kemenangan ke-25 dengan 11 knockout (KO) tetap menjaga rekor tak terkalahkannya.
Petinju kidal asal itu juga mengakhiri rekor enam kemenangan beruntun Lopez yang harus menambah noda rekornya menjadi 22 kemenangan (13 KO), dan dua kekalahan.