BPBD: Tomohon Siaga Bencana Banjir Dan Longsor
Rabu, 18 November 2015 13:49 WIB
Kepala BPBD Tomohon Robby Kalangi (1)
Manado, (AntaraSulut) - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara, Robby Kalangi mengatakan daerah berpenduduk lebih dari 101 ribu jiwa ini siaga bencana banjir dan tanah longsor.
"Musim hujan dengan intensitas ringan sampai lebat terus mengguyur Kota Tomohon sejak akhir Oktober lalu. Masyarakat yang berada di titik-titik rawan bencana banjir dan tanah longsor diharapkan bersiaga," kata Kalangi di Tomohon, Selasa.
Kalangi menambahkan, titik-titik yang masuk rawan banjir adalah Kelurahan Matani, Kecamatan Tomohon Tengah serta permukiman penduduk yang ada di bantaran sungai.
Sementara wilayah yang masuk rawan tanah longsor yaitu Kelurahan Kinilow, Tinoor (Kecamatan Tomohon Utara), Woloan, Tara-Tara (Kecamatan Tomohon Barat), Rurukan serta Kumelembuai (Kecamatan Tomohon Timur).
"Bila memang hujan deras dengan durasi waktu lama, segeralah mencari perlindungan ke tempat-tempat yang lebih aman untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.
Mantan Camat Tomohon Selatan ini mengatakan, jajaran BPBD siaga setiap saat baik dari sisi personel maupun logistik yang sewaktu-waktu segera didistribusikan ke masyarakat bila terjadi bencana.
"Segeralah berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan apabila terjadi bencana. Pemerintah kota melalui instansi terkait pasti akan menindaklanjutinya," ujarnya.
Januari 2014, Kota Tomohon dilanda banjir dan tanah longsor dan beberapa warga menjadi korban, tak hanya itu ruas jalan utama Tomohon-Manado terputus dan arus transportasi harus dialihkan ke Kabupaten Minahasa.***4***
(T.K011/B/E005/E005) 17-11-2015 12:53:19
"Musim hujan dengan intensitas ringan sampai lebat terus mengguyur Kota Tomohon sejak akhir Oktober lalu. Masyarakat yang berada di titik-titik rawan bencana banjir dan tanah longsor diharapkan bersiaga," kata Kalangi di Tomohon, Selasa.
Kalangi menambahkan, titik-titik yang masuk rawan banjir adalah Kelurahan Matani, Kecamatan Tomohon Tengah serta permukiman penduduk yang ada di bantaran sungai.
Sementara wilayah yang masuk rawan tanah longsor yaitu Kelurahan Kinilow, Tinoor (Kecamatan Tomohon Utara), Woloan, Tara-Tara (Kecamatan Tomohon Barat), Rurukan serta Kumelembuai (Kecamatan Tomohon Timur).
"Bila memang hujan deras dengan durasi waktu lama, segeralah mencari perlindungan ke tempat-tempat yang lebih aman untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.
Mantan Camat Tomohon Selatan ini mengatakan, jajaran BPBD siaga setiap saat baik dari sisi personel maupun logistik yang sewaktu-waktu segera didistribusikan ke masyarakat bila terjadi bencana.
"Segeralah berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan apabila terjadi bencana. Pemerintah kota melalui instansi terkait pasti akan menindaklanjutinya," ujarnya.
Januari 2014, Kota Tomohon dilanda banjir dan tanah longsor dan beberapa warga menjadi korban, tak hanya itu ruas jalan utama Tomohon-Manado terputus dan arus transportasi harus dialihkan ke Kabupaten Minahasa.***4***
(T.K011/B/E005/E005) 17-11-2015 12:53:19
Pewarta : Karel A Polakitan
Editor : Guido Merung
Copyright © ANTARA 2026