Program SAE Lapas Ulu Siau dukung ketahanan pangan
Jumat, 25 Oktober 2024 13:11 WIB
Pengembangan sayur kacang panjang dalam Program SAE Lapas Ulu Siau. ANTARA/HO-Lapas Ulu Siau (1)
Manado (ANTARA) - Program Sarana Asimilasi Edukasi (SAE) yang dikembangkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Ulu Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, mendukung upaya pemerintah dalam ketahanan pangan.
Kepala Lapas Ulu Siau Stady Umboh dihubungi dari Manado, Jumat, mengatakan dalam program SAE itu, warga binaan pemasyarakatan (WBP) lapas tersebut telah memberikan dampak positif dengan memproduksi hasil pertanian berupa sayur kacang panjang.
"Pengembangan pertanian tersebut dilaksanakan di kompleks lapas, dan mendukung program pemerintah yaitu ketahanan pangan" kata Stady.
Ia mengatakan dari hasil pengembangan tanaman pertanian tersebut, saat ini telah dilakukan panen kacang panjang.
Hasil panen itu, selain digunakan dalam lapas, juga dijual ke pasar di Sitaro
"Disamping dipakai sendiri di dalam Lapas, juga dipasarkan karena sudah ada kerja sama dengan pedagang di pasar untuk memasok hasil pertanian dari lapas," katanya.
Ia menambahkan, keuntungan yang diperoleh tersebut dimasukkan dalam penerimaan negara bukan pajak (PNBP).
Menurut Stady, SAE merupakan salah satu program yang dilaksanakan lapas itu, dalam pembinaan kemandirian bagi WBP.
Para warga binaan dilatih di bidang pertanian, sehingga ketika keluar dari lapas memiliki keterampilan bercocok tanam.
Pelatihan dilakukan oleh petugas lapas, bekerjasama dengan Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten Sitaro.
Melalui pelatihan ini diharapkan para WBP memiliki keterampilan sehingga saat bebas nanti, bisa mandiri dan bisa mendapatkan pendapatan dari usaha pertanian yang dikembangkan.
"Dengan kegiatan bernilai ekonomis ini, mereka dapat memiliki penghasilan dan dapat menghidupi diri sendiri bersama keluarga," demikian Stady.
Kepala Lapas Ulu Siau Stady Umboh dihubungi dari Manado, Jumat, mengatakan dalam program SAE itu, warga binaan pemasyarakatan (WBP) lapas tersebut telah memberikan dampak positif dengan memproduksi hasil pertanian berupa sayur kacang panjang.
"Pengembangan pertanian tersebut dilaksanakan di kompleks lapas, dan mendukung program pemerintah yaitu ketahanan pangan" kata Stady.
Ia mengatakan dari hasil pengembangan tanaman pertanian tersebut, saat ini telah dilakukan panen kacang panjang.
Hasil panen itu, selain digunakan dalam lapas, juga dijual ke pasar di Sitaro
"Disamping dipakai sendiri di dalam Lapas, juga dipasarkan karena sudah ada kerja sama dengan pedagang di pasar untuk memasok hasil pertanian dari lapas," katanya.
Ia menambahkan, keuntungan yang diperoleh tersebut dimasukkan dalam penerimaan negara bukan pajak (PNBP).
Menurut Stady, SAE merupakan salah satu program yang dilaksanakan lapas itu, dalam pembinaan kemandirian bagi WBP.
Para warga binaan dilatih di bidang pertanian, sehingga ketika keluar dari lapas memiliki keterampilan bercocok tanam.
Pelatihan dilakukan oleh petugas lapas, bekerjasama dengan Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten Sitaro.
Melalui pelatihan ini diharapkan para WBP memiliki keterampilan sehingga saat bebas nanti, bisa mandiri dan bisa mendapatkan pendapatan dari usaha pertanian yang dikembangkan.
"Dengan kegiatan bernilai ekonomis ini, mereka dapat memiliki penghasilan dan dapat menghidupi diri sendiri bersama keluarga," demikian Stady.
Pewarta : Jorie MR Darondo
Editor : Jorie MR Darondo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menteri Imipas bocorkan posisi Riza Chalid yang rugikan negara Rp285 triliun
13 August 2025 11:36 WIB
Lapas Ulu Siau di Sitaro libatkan tenaga administrasi pada pengamanan saat libur
30 January 2025 6:07 WIB
Lapas Kelas IIB Ulu Siau tetap beri layanan saat libur dan cuti bersama
28 January 2025 22:12 WIB, 2025
Lapas Ulu Siau laksanakan kemandirian WBP dukung program pemerintah
30 November 2024 22:27 WIB, 2024
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Jalani sidang "debottlenecking", Menkeu pastikan aduan pengusaha ditangani serius
27 January 2026 8:01 WIB