Jusuf Kalla: Semua calon menteri Prabowo-Gibran keren
Kamis, 17 Oktober 2024 6:28 WIB
Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 RI Jusuf Kalla saat memberikan keterangan di Jalan Brawijaya Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (16/10/2024). (ANTARA/Rio Feisal)
Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) memuji calon menteri pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
“Semua keren-keren,” kata JK di Jalan Brawijaya Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu.
Oleh sebab itu, dia mengharapkan seluruh calon menteri yang akan dipilih itu dapat bekerja sesuai bidangnya masing-masing.
Selain itu, dia mengingatkan bahwa koordinasi antarmenteri menjadi hal yang sangat penting karena mempertimbangkan besarnya kabinet pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Akan sangat efektif kalau koordinasi baik, tetapi nanti kalau kurang koordinasi tentu juga memang perlu diperbaiki,” ujarnya.
Sehingga, dia mengatakan bahwa evaluasi perlu dilakukan, tetapi disarankan untuk dilaksanakan pada tahun depan.
“Jangan sekarang. Kalau sekarang, kita tidak bisa lihat. Nanti satu tahun, dua tahun, baru bisa diketahui pasti, selalu begitu,” jelasnya.
Sementara itu, dia menjelaskan bahwa pengawasan kinerja menteri dilakukan banyak pihak. Mulai dari Presiden, Badan Pemeriksa Keuangan, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, hingga Inspektorat Jenderal masing-masing kementerian.
Sebelumnya, sebanyak 49 tokoh yang disebut sebagai calon menteri diundang untuk bertemu Prabowo di rumahnya, di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (14/10).
Mereka dipanggil untuk ditempatkan di posisi pos kementerian yang telah dipersiapkan Prabowo. Para tokoh itu terdiri dari politisi, akademisi, hingga menteri era Presiden Joko Widodo.
Kemudian pada Selasa (15/10), sekitar 59 calon wakil menteri maupun calon kepala badan bertemu dengan Prabowo di kediamannya.
Beberapa di antaranya adalah pesohor Raffi Ahmad, Anggota Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia Giring Ganesha, mantan atlet Taufik Hidayat, hingga musisi Yovie Widianto.
“Semua keren-keren,” kata JK di Jalan Brawijaya Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu.
Oleh sebab itu, dia mengharapkan seluruh calon menteri yang akan dipilih itu dapat bekerja sesuai bidangnya masing-masing.
Selain itu, dia mengingatkan bahwa koordinasi antarmenteri menjadi hal yang sangat penting karena mempertimbangkan besarnya kabinet pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Akan sangat efektif kalau koordinasi baik, tetapi nanti kalau kurang koordinasi tentu juga memang perlu diperbaiki,” ujarnya.
Sehingga, dia mengatakan bahwa evaluasi perlu dilakukan, tetapi disarankan untuk dilaksanakan pada tahun depan.
“Jangan sekarang. Kalau sekarang, kita tidak bisa lihat. Nanti satu tahun, dua tahun, baru bisa diketahui pasti, selalu begitu,” jelasnya.
Sementara itu, dia menjelaskan bahwa pengawasan kinerja menteri dilakukan banyak pihak. Mulai dari Presiden, Badan Pemeriksa Keuangan, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, hingga Inspektorat Jenderal masing-masing kementerian.
Sebelumnya, sebanyak 49 tokoh yang disebut sebagai calon menteri diundang untuk bertemu Prabowo di rumahnya, di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (14/10).
Mereka dipanggil untuk ditempatkan di posisi pos kementerian yang telah dipersiapkan Prabowo. Para tokoh itu terdiri dari politisi, akademisi, hingga menteri era Presiden Joko Widodo.
Kemudian pada Selasa (15/10), sekitar 59 calon wakil menteri maupun calon kepala badan bertemu dengan Prabowo di kediamannya.
Beberapa di antaranya adalah pesohor Raffi Ahmad, Anggota Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia Giring Ganesha, mantan atlet Taufik Hidayat, hingga musisi Yovie Widianto.
Pewarta : Rio Feisal
Editor : Hence Paat
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jusuf Kalla imbau warga hormati kunjungan Paus Fransiskus di Indonesia
02 September 2024 15:51 WIB, 2024
"Joni si Bocah Merah Putih" gagal tes masuk TNI, pemerintah turun tangan
06 August 2024 17:38 WIB, 2024
Terpopuler - Politik dan Hukum
Lihat Juga
Pengacara minta kliennya terdakwa perintangan hukum di Setwan Bitung dibebaskan
30 January 2026 14:45 WIB
Agenda mediasi di PN Manado, Pdt Ricky Tafuama tetap minta Rp5,2 M dikembalikan
30 January 2026 6:07 WIB