Manado (ANTARA) - Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Steven Kandouw mengatakan, banyak pasien rumah sakit jiwa yang sudah tidak pernah lagi dikunjungi keluarga.

"Saya bersama Pak Gubernur Olly Dondokambey pada suatu pagi pernah secara diam-diam berkunjung ke rumah sakit jiwa. Kami sangat terenyuh melihatnya," ujar Wagub Steven di Manado, Minggu.



Di bagian rawat jalan banyak, misalkan banyak pasien yang mengantre didampingi dengan keluarganya.

Masuk ke ruang lebih dalam lagi, ternyata ada hampir seratusan pasien yang sudah tidak pernah lagi dikunjungi oleh keluarganya.

Gubernur Olly, kata dia, bahkan punya pemikiran untuk meminta kepada kementerian pekerjaan umum untuk memberikan satu rumah susun dua lantai untuk menjadi tempat tinggal.

"Rumah susun ini untuk menampung anak-anak bangsa yang sakit mengalami jiwa yang sudah tidak mau diurus oleh keluarganya. Kondisi ini membuat kami terenyuh," ujarnya.



Ketua DPRD Sulut periode 2014 tersebut mengatakan, anak-anak bangsa yang mengalami sakit jiwa hak-haknya juga harus dilindungi.

"Momentum hari kesehatan jiwa sedunia memacu tekad, semangat dan ikhtiar kita untuk hadir bersama-sama anak-anak bangsa yang sakit jiwa, mereka juga punya hak-hak yang harus kita lindungi," ujarnya.

Karena itu dia berharap, momentum ini dapat menjadi ruang untuk me-review kembali peta jalan hal-hal yang berkaitan dengan penanggulangan masalah kejiwaan.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melaksanakan kunjungan kerja ke Sulut, Kota Manado nantinya akan menjadi model pengembangan layanan kesehatan jiwa berbasis masyarakat.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Wagub: Banyak pasien rumah sakit jiwa tak lagi dikunjungi keluarga

Pewarta : Karel Alexander Polakitan
Editor : Hence Paat
Copyright © ANTARA 2024