Rektor: Lulusan Unsrit siap menghadapi pasar kerja
Selasa, 17 Oktober 2023 23:36 WIB
Rektor Universitas Sariputra Indonesia Tomohon (Unsrit), Sulawesi Utara, Aprildy RA. Ferdinandus, ST, MT mengatakan lulusan lembaga pendidikan tersebut siap menghadapi pasar kerja. ANTARA/Karel A Polakitan (1)
Manado (ANTARA) - Rektor Universitas Sariputra Indonesia Tomohon (Unsrit), Sulawesi Utara, Aprildy Ferdinandus, mengatakan lulusan lembaga pendidikan tersebut siap menghadapi pasar kerja.
"Mereka telah melalui proses belajar di universitas ini, kami yakin mereka yang baru diwisuda dan yang telah diwisuda sebelumnya siap menghadapi pasar kerja," sebut Rektor usai acara Wisuda Sarjana ke-XX dan Pelantikan Profesi Ners ke-XIV di Manado, Selasa.
Dia mengatakan, mahasiswa yang diwisuda pada angkatan ini melewati proses yang cukup sulit karena bergulat dengan pandemi COVID-19 sejak Maret 2020.
Sehingga mau atau tidak, universitas harus melakukan adaptasi sehingga dapat memastikan proses perkuliahan tetap berjalan meskipun di tengah pandemi.
Memang pada awal-awalnya cukup kaget dengan situasi pandemi ini, akan tetapi beruntung di Unsrit sudah mempersiapkan dengan baik terkait dengan pembelajaran daring.
"Pembelajaran yang seharusnya masuk ke dalam kampus atau datang ke kampus itu akhirnya kami transfer menjadi pembelajaran daring dengan kualitas yang memang terus kami jaga lewat lembaga penjaminan mutu institusi," ujarnya.
Dia mengatakan, mutu lulusan terus ditautkan dengan dunia usaha, dunia kerja dan industri, dan baru baru ini Unsrit meraih penghargaan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XVI Gorontalo, Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah karena melakukan kerja sama dengan para pihak terkait.
Melakukan 'matching' antara mutu lulusan sesuai bidang ilmu dengan dunia kerja, kata Rektor, sudah dilakukan dan dimulai dari penyusunan kurikulum.
"Kami mengundang para pihak dari dunia usaha, dunia kerja, industri dan pemangku kepentingan lainnya dalam penyusunan kurikulum. Pertanyaan awal yang kami tanyakan yaitu apa yang bapak ibu inginkan untuk para lulusan," ujarnya.
Berangkat dari jawaban atas pertanyaan tersebut, dapat diformulasikan kurikulum seperti apa kira-kira yang sesuai dengan pasar kerja, dunia usaha atau industri.
Ketua Yayasan Dharma Bhakti Indonesia Tomohon, Kie Nio Runtuwene optimistis lulusan Unsrit mampu mengabdikan kompetensi yang dimiliki bagi nusa dan bangsa.
"Unsrit dapat menghasilkan lebih banyak lagi lulusan yang cerdas dan terampil berakhlak mulia untuk membangun Indonesia yang semakin maju dan kompetitif," sebutnya.
Sebanyak 110 mahasiswa diwisuda kali ini dari berbagai program studi seperti ilmu keperawatan, ners, teknik informatika, teknik sipil, agribisnis, dan manajemen.
"Mereka telah melalui proses belajar di universitas ini, kami yakin mereka yang baru diwisuda dan yang telah diwisuda sebelumnya siap menghadapi pasar kerja," sebut Rektor usai acara Wisuda Sarjana ke-XX dan Pelantikan Profesi Ners ke-XIV di Manado, Selasa.
Dia mengatakan, mahasiswa yang diwisuda pada angkatan ini melewati proses yang cukup sulit karena bergulat dengan pandemi COVID-19 sejak Maret 2020.
Sehingga mau atau tidak, universitas harus melakukan adaptasi sehingga dapat memastikan proses perkuliahan tetap berjalan meskipun di tengah pandemi.
Memang pada awal-awalnya cukup kaget dengan situasi pandemi ini, akan tetapi beruntung di Unsrit sudah mempersiapkan dengan baik terkait dengan pembelajaran daring.
"Pembelajaran yang seharusnya masuk ke dalam kampus atau datang ke kampus itu akhirnya kami transfer menjadi pembelajaran daring dengan kualitas yang memang terus kami jaga lewat lembaga penjaminan mutu institusi," ujarnya.
Dia mengatakan, mutu lulusan terus ditautkan dengan dunia usaha, dunia kerja dan industri, dan baru baru ini Unsrit meraih penghargaan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XVI Gorontalo, Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah karena melakukan kerja sama dengan para pihak terkait.
Melakukan 'matching' antara mutu lulusan sesuai bidang ilmu dengan dunia kerja, kata Rektor, sudah dilakukan dan dimulai dari penyusunan kurikulum.
"Kami mengundang para pihak dari dunia usaha, dunia kerja, industri dan pemangku kepentingan lainnya dalam penyusunan kurikulum. Pertanyaan awal yang kami tanyakan yaitu apa yang bapak ibu inginkan untuk para lulusan," ujarnya.
Berangkat dari jawaban atas pertanyaan tersebut, dapat diformulasikan kurikulum seperti apa kira-kira yang sesuai dengan pasar kerja, dunia usaha atau industri.
Ketua Yayasan Dharma Bhakti Indonesia Tomohon, Kie Nio Runtuwene optimistis lulusan Unsrit mampu mengabdikan kompetensi yang dimiliki bagi nusa dan bangsa.
"Unsrit dapat menghasilkan lebih banyak lagi lulusan yang cerdas dan terampil berakhlak mulia untuk membangun Indonesia yang semakin maju dan kompetitif," sebutnya.
Sebanyak 110 mahasiswa diwisuda kali ini dari berbagai program studi seperti ilmu keperawatan, ners, teknik informatika, teknik sipil, agribisnis, dan manajemen.
Pewarta : Karel Alexander Polakitan
Editor : Hence Paat
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
FKIK Universitas Sariputra Indonesia Tomohon buka program studi anestesi
17 October 2024 18:36 WIB, 2024
Pemda beri beasiswa warga Kota Tomohon kuliah di Universitas Sariputra
20 August 2021 20:54 WIB, 2021
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Menteri KKP pingsan saat pelepasan korban pesawat ATR, Prabowo langsung hubungi
26 January 2026 6:16 WIB
Kantor Berita ANTARA perkuat publikasi percepatan rehabilitasi pascabencana Sumatera
22 January 2026 20:32 WIB
Natal Keluarga Besar Komaling, Gubernur: Nilai cinta kasih keluarga jadi kekuatan
22 January 2026 20:08 WIB