Gubernur Sulut: Mari kita rawat NKRI dari ujung utara Sulawesi
Minggu, 20 Agustus 2023 21:07 WIB
Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey. ANTARA/HO-DKIPS (1)
Manado (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey mengajak generasi muda menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari ujung utara Pulau Sulawesi.
"Peran generasi muda dalam membangun bangsa sangat penting, karena jejak kemerdekaan ada peran generasi muda di dalamnya," sebut Gubernur Olly di Manado, Minggu.
Kedaulatan pendidikan nasional, menurut Gubernur adalah soko guru, sehingga pendidikan harus terus berlanjut dari Sabang sampai Merauke bisa tetap terjalin.
Tentang sejarah, kata Gubernur Sulut ke-12 tersebut, banyak apalagi terkait dengan provinsi berpenduduk lebih 2,6 juta jiwa tersebut.
"Orang Manado berpartisipasi dalam pembentukan Pancasila yaitu Mr A.A Maramis. Karena itu orang Manado jangan dianggap sebelah kiri, sebelah kanan, kita ada di tengah-tengah. Itu penting," ujarnya.
Bahkan, kata dia, ada satu sejarah yang tidak kalah pentingnya adalah peristiwa 'Merah Putih' 14 Februari 1946 di Teling, Kota Manado.
"Peristiwa tersebut dikenal dengan pemberontakan perebutan tangsi militer KNIL di Teling, Itu harus diingat, sejarah itu," ujarnya.
Karena pengaruh sejarah 14 Februari 1946 tersebut, makanya pada Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag, Belanda, PBB dan peserta sidang KMB mengakui bahwa pemberontakan bukan cuma di Jawa tapi juga di provinsi ke-12 Nederland, sehingga Belanda menyerahkan sepenuhnya NKRI.
"Jadi Manado itu banyak sejarahnya," ujar Gubernur Olly. .
Karena itu, Gubernur berharap, menanamkan nilai-nilai sejarah penting dilakukan secara terus-menerus kepada generasi muda.
"Peran generasi muda dalam membangun bangsa sangat penting, karena jejak kemerdekaan ada peran generasi muda di dalamnya," sebut Gubernur Olly di Manado, Minggu.
Kedaulatan pendidikan nasional, menurut Gubernur adalah soko guru, sehingga pendidikan harus terus berlanjut dari Sabang sampai Merauke bisa tetap terjalin.
Tentang sejarah, kata Gubernur Sulut ke-12 tersebut, banyak apalagi terkait dengan provinsi berpenduduk lebih 2,6 juta jiwa tersebut.
"Orang Manado berpartisipasi dalam pembentukan Pancasila yaitu Mr A.A Maramis. Karena itu orang Manado jangan dianggap sebelah kiri, sebelah kanan, kita ada di tengah-tengah. Itu penting," ujarnya.
Bahkan, kata dia, ada satu sejarah yang tidak kalah pentingnya adalah peristiwa 'Merah Putih' 14 Februari 1946 di Teling, Kota Manado.
"Peristiwa tersebut dikenal dengan pemberontakan perebutan tangsi militer KNIL di Teling, Itu harus diingat, sejarah itu," ujarnya.
Karena pengaruh sejarah 14 Februari 1946 tersebut, makanya pada Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag, Belanda, PBB dan peserta sidang KMB mengakui bahwa pemberontakan bukan cuma di Jawa tapi juga di provinsi ke-12 Nederland, sehingga Belanda menyerahkan sepenuhnya NKRI.
"Jadi Manado itu banyak sejarahnya," ujar Gubernur Olly. .
Karena itu, Gubernur berharap, menanamkan nilai-nilai sejarah penting dilakukan secara terus-menerus kepada generasi muda.
Pewarta : Karel Alexander Polakitan
Editor : Hence Paat
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KSP dorong kementerian dan lembaga kolaborasi menjaga wilayah laut NKRI
25 June 2022 14:32 WIB, 2022
Semangat Perjuangan Robert Wolter Mongisidi gambaran NKRI sesungguhnya
11 November 2021 9:38 WIB, 2021