Manado (ANTARA) -  Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Tomohon, Sulawesi Utara menggandeng berbagai pihak dalam memberikan pelatihan kemandirian bagi anak binaan di tempat itu.

Kepala LPKA Tomohon  Heri Sulistyo, di Manado, Sabtu, mengatakan  saat ini sementara melaksanakan program kemandirian keterampilan kepada anak binaan.

"Seperti keterampilan pengelasan dalam pembuatan mebel meja, kursi, pengelolaan sampah, pelatihan pertanian," kata Heri.

Heri menambahkan program kemandirian ini bekerja sama dengan sejumlah pihak seperti dengan PT Pertamina Lahendong dan  Dinas Pertanian.

Selain itu, lanjut Heri, juga dilaksanakan program kemandirian secara mandiri, dari anggaran di instansi tersebut.

" Kegiatan ini antara lain keterampilan dalam pengecatan mobil dan barbershop," katanya.

Melalui keterampilan ini, lanjut dia, diharapkan para anak binaan nanti setelah keluar dari LPKA, bisa buka usaha secara mandiri ataupun bekerja untuk memenuhi kebutuhan.

Selain kegiatan tersebut, LPKA Tomohon juga melaksanakan kegiatan pendidikan formal tingkat SMP dan SMA 

Pada kegiatan ini sekolah pembinanya adalah  formal sekolah Pieter and Paul.

Kemudian melakukan mitra kerja sama dengan Dinas Pendidikan dalam pendidikan kejar paket A, B dan C.

Menurut Heri saat ini jumlah anak binaan di LPKA tersebut sebanyak 117 orang, dari jumlah itu terdapat 52 orang masih kategori anak yakni dibawa 18 tahun.

Sementara sisanya adalah pemuda,  mengingat di Sulut belum ada Lapas Pemuda, maka mereka masih sampai umur 21 tahun dibina di LPKA tersebut.

Para anak binaan tersebut berasal dari berbagai kota di Sulut, dan telah mendapatkan putusan tetap dari pengadilan.

Dari jumlah anak binaan tersebut, sisa satu orang yang belum dapat putusan, atau masih dalam tahanan dan sementara mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Tondano, Kabupaten Minahasa.
 

Pewarta : Jorie MR Darondo
Editor : Hence Paat
Copyright © ANTARA 2024