Manado (ANTARA) - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) memfasilitasi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) agar terdigitalisasi.

"Kita harus mengikuti perkembangan zaman yang semuanya mengarah ke digital," kata Wakil Ketua Kadin Bidang UMKM Ivanry Matu, di Manado, Sabtu.

Ivanry menjelaskan jika UMKM Sulut tidak terdigitalisasi, maka akan kalah bersaing dengan daerah lain.

Kadin, katanya, berupaya memberikan edukasi dan sosialisasi kepada semua UMKM agar mulai masuk ke dunia digital.

"Mulai promosikan produk melalui layanan digital, agar target pasar bukan hanya di Sulut tapi bisa mengglobal," jelasnya.

Dia mengatakan saat ini UMKM di Sulut mulai memanfaatkan berbagai platform digital untuk memasarkan maupun berinteraksi dengan penjual dan pembeli di berbagai daerah, bahkan hingga ke mancanegara.

Namun, katanya, jumlah usaha yang benar-benar mengaplikasikan dan mendapatkan berbagai kemudahan di era digitalisasi ini baru sekitar 10 persen.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Pemprov Sulut Ronald Sorongan mengatakan digitalisasi UMKM terus dilakukan, karena menjadi target pemerintah.

Pemerintah juga mengharapkan dukungan dari pelaku usaha swasta besar juga turut meningkatkan kapasitas UMKM dan mendorong melakukan digitalisasi," kata Ronald.

Ronald mengatakan jumlah pelaku UMKM di Sulut hingga awal tahun 2023 mencapai 423.036 usaha, dengan jenis usaha mikro yang paling mendominasi yakni sebanyak 385.212 usaha.

Kemudian, ujar dia, jenis usaha kecil sebanyak 24.902 usaha, serta jenis usaha menengah sebanyak 12.915 usaha.

Pemerintah, katanya, akan membantu mempromosikan produk UMKM Sulut agar semakin dikenal dunia.


Pewarta : Nancy Lynda Tigauw
Editor : Hence Paat
Copyright © ANTARA 2024