Manado, (ANTARA Sulut) - Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Manado menyatakan pembentukan alat kelengkapan dijadwalkan Selasa pekan depan.

"Sesuai dengan pembicaraan bersama dengan ketua, kami sepakat pembentukan alat kelengkapan pada Selasa atau Rabu," kata Wakil Ketua DPRD Manado Richard Sualang, di Manado, Jumat.

Richard mengatakan, agenda pertama dijadwalkan akan digelar pada Senin 10 November adalah penetapan tata tertib dewan, baru dilanjutkan dengan pembentukan alat kelengkapan.

Richard mengakui, memang pembentukan alat kelengkapan dewan agak terlambat, sebab harus menunggu ditetapkannya tata tertib DPRD, baru bisa dibentuk.

"Kami mengikuti aturan saja, setelah tatib ditetapkan, barulah alat kelengkapan dewan karena memang itu ketentuannya, supaya bisa bekerja dengan baik, membahas semua agenda yang sudah mendesak," katanya.

Ia mengatakan, soal distribusi anggota, itu diserahkan ke fraksi, dan kini semua sedang melakukan lobi-lobi untuk mendapatkan posisi di dewan kota Manado.

Richard menyebutkan, alat kelengkapan dewan di Manado, yang akan dibentuk itu adalah empat komisi, kemudian badan anggaran, badan legislasi, badan kehormatan dan badan musyawarah.

"Mengenai posisi pimpinan komisi itu akan dilakukan dalam pemilihan nanti, namun kami mengharapkan kiranya ada kebersamaan antar fraksi dalam pembentukan alat kelengkapan dewan," katanya.

Distribusi anggota menurut Richard itu, mengacu pada tata tertib yang akan ditetapkan nanti, sehingga semuanya berjalan sesuai aturan dan tidak ada yang menyimpang.

Pembentukan alat kelengkapan dewan terhambat, karena Manado baru memiliki pimpinan definitif pada 31 Oktober, setelah pelantikan oleh ketua PN Manado, dimana posisi ketua dipegang Nortje Heni Van Bone dari demokrat, Wakil Ketua Richard Sualang dari PDIP dan Wakil Ketua Danny Sondakh dari Golkar.