BI dukung pengembangan UMKM Pulau Bangka Sulut
Sabtu, 11 Juni 2022 21:03 WIB
Kepala BI Sulut Arbonas Hutabarat saat berinteraksi dengan pelaku UMKM dalam kegiatan pelatihan, di Pulau Bangka, Sulut. (11/6/2022). ANTARA/Nancy L Tigauw.
Manado (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) mendukung pengembangan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang ada di Pulau Bangka, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
"Dukungan BI dengan pelatihan pengembangan bagi UMKM Pulau Bangka, Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara," kata Kepala BI Sulut, Arbonas Hutabarat di Pulau Bangka, Sabtu.
Hal ini dilakukan untuk mendukung sektor pariwisata di pulau yang jadi salah satu andalan Sulut tersebut.
Dia mengatakan terdapat enam fokus area pengembangan Destinasi Wisata Super Prioritas yang dicanangkan secara nasional, yaitu pengembangan tata ruang, akses dan konektivitas, fasilitas lokasi wisata, pemasaran, promosi, dan sumber daya manusia (SDM).
Sebagai upaya mengoptimalkan potensi wisata dalam lingkup fokus area pengembangan tersebut, katanya, BI Sulut hadir menyelenggarakan Pelatihan Pengembangan UMKM dengan tujuan meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan kompetensi para pelaku usaha dan kualitas sumber daya manusia sebagai penggerak utama wisata Pulau Bangka.
Dia menjelaskan pelatihan ini juga merupakan tindak lanjut koordinasi yang rutin dilakukan antara Bank Indonesia dengan Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terkait Pengembangan DPSP Likupang, khususnya Pulau Bangka.
Dalam penyelenggaraan pelatihan pengembangan UMKM ini, katanya, Bank Indonesia bekerja sama dengan Dinas Ketenagakerjaan Minahasa Utara dan IMUTS Pelatih Indonesia yang akan memberikan sosialisasi dan pelatihan kepada UMKM.
Melalui program pelatihan ini diharapkan dapat menjadi langkah baru untuk membentuk cara berpikir sebagai pelaku UMKM sukses, mampu mengembangkan usaha yang dimiliki secara lebih produktif serta turut menjadi penggerak dalam kesuksesan Pulau Bangka sebagai destinasi wisata prioritas di Likupang yang akan turut mendorong peningkatan kapasitas ekonomi daerah.
"Dukungan BI dengan pelatihan pengembangan bagi UMKM Pulau Bangka, Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara," kata Kepala BI Sulut, Arbonas Hutabarat di Pulau Bangka, Sabtu.
Hal ini dilakukan untuk mendukung sektor pariwisata di pulau yang jadi salah satu andalan Sulut tersebut.
Dia mengatakan terdapat enam fokus area pengembangan Destinasi Wisata Super Prioritas yang dicanangkan secara nasional, yaitu pengembangan tata ruang, akses dan konektivitas, fasilitas lokasi wisata, pemasaran, promosi, dan sumber daya manusia (SDM).
Sebagai upaya mengoptimalkan potensi wisata dalam lingkup fokus area pengembangan tersebut, katanya, BI Sulut hadir menyelenggarakan Pelatihan Pengembangan UMKM dengan tujuan meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan kompetensi para pelaku usaha dan kualitas sumber daya manusia sebagai penggerak utama wisata Pulau Bangka.
Dia menjelaskan pelatihan ini juga merupakan tindak lanjut koordinasi yang rutin dilakukan antara Bank Indonesia dengan Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terkait Pengembangan DPSP Likupang, khususnya Pulau Bangka.
Dalam penyelenggaraan pelatihan pengembangan UMKM ini, katanya, Bank Indonesia bekerja sama dengan Dinas Ketenagakerjaan Minahasa Utara dan IMUTS Pelatih Indonesia yang akan memberikan sosialisasi dan pelatihan kepada UMKM.
Melalui program pelatihan ini diharapkan dapat menjadi langkah baru untuk membentuk cara berpikir sebagai pelaku UMKM sukses, mampu mengembangkan usaha yang dimiliki secara lebih produktif serta turut menjadi penggerak dalam kesuksesan Pulau Bangka sebagai destinasi wisata prioritas di Likupang yang akan turut mendorong peningkatan kapasitas ekonomi daerah.
Pewarta : Nancy Lynda Tigauw
Editor : Guido Merung
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Prabowo perintahkan TNI kawal jaksa untuk sita 100 hektar lahan sawit ilegal
16 October 2025 6:17 WIB
Polres Bangka Barat ungkap lima kasus peredaran-penyalahgunaan narkotika
10 March 2023 10:23 WIB, 2023
Pemkab Bangka Barat-Kantor Bea Cukai berantas peredaran rokok tanpa cukai
31 May 2022 11:52 WIB, 2022