Meta mencoba alat penjualan digital untuk metaversenya
Selasa, 12 April 2022 8:38 WIB
Ilustrasi. Cetakan 3 dimensi logo Meta setelah sebelumnya dikenal dengan nama Facebook, Foto diambil 2 November 2021. (REUTERS/DADO RUVIC)
Jakarta (ANTARA) - Meta, perusahaan raksasa teknologi asal AS, mulai mencoba alat penjualan digital untuk metaversenya sehingga memungkinkan terjadinya transaksi jual-beli aset digital di dalam platform realitas virtual miliknya bernama Horizon Worlds.
Langkah ini menjadi awal penting bagi perusahaan yang dibangun oleh Mark Zuckeburg itu agar bisa membuat metaverse menjadi tempat layaknya di dunia nyata.
Dikutip dari Reuters, Selasa, alat ini akan bisa digunakan untuk para kreator terpilih yang memang menggunakan platform imersif dari Meta itu.
Nantinya alat penjualan digital itu bisa diakses melalui headset Virtual Reality (VR) sehingga pengguna bisa menjual aksesoris fesyen virtual atau menawarkan akses dari sektor digital lainnya kepada pengguna lainnya.
Perusahaan yang berganti nama pada tahun lalu itu pun akan menghadirkan program "bonus kreator" bagi pengguna platform VR miliknya di kawasan Amerika Serikat.
Nantinya pengguna yang mencapai beberapa misi harian atau berhasil mencoba seluruh fitur dari alat penjualan di Horizon World akan mendapatkan sejumlah imbalan.
Sebelumnya pada 2021, Facebook secara resmi mengubah nama perusahaannya menjadi Meta untuk menunjukkan fokusnya ingin mengembangkan dunia virtual yang nantinya bisa berjalan beriringan dengan dunia nyata menciptakan realitas campuran.
Ide ini terasa sangat futuristik namun sebenarnya gagasannya sudah ada lebih dari 10 tahun yang lalu.
CEO Meta Mark Zuckeberg pun menyebut metaverse nantinya memungkinkan pengguna internet untuk bisa bekerja, bersosialisasi, dan bahkan bermain di dunia virtual dengan pengalaman yang mirip seperti di dunia nyata.
Saat ini Meta sudah memiliki platform sosial VR miliknya bernama Horizon Worlds untuk menjadi titik awal terciptanya metaverse yang lebih luas.
Baca juga: Meta rencanakan rilis uang virtual token untuk metaversenya
Langkah ini menjadi awal penting bagi perusahaan yang dibangun oleh Mark Zuckeburg itu agar bisa membuat metaverse menjadi tempat layaknya di dunia nyata.
Dikutip dari Reuters, Selasa, alat ini akan bisa digunakan untuk para kreator terpilih yang memang menggunakan platform imersif dari Meta itu.
Nantinya alat penjualan digital itu bisa diakses melalui headset Virtual Reality (VR) sehingga pengguna bisa menjual aksesoris fesyen virtual atau menawarkan akses dari sektor digital lainnya kepada pengguna lainnya.
Perusahaan yang berganti nama pada tahun lalu itu pun akan menghadirkan program "bonus kreator" bagi pengguna platform VR miliknya di kawasan Amerika Serikat.
Nantinya pengguna yang mencapai beberapa misi harian atau berhasil mencoba seluruh fitur dari alat penjualan di Horizon World akan mendapatkan sejumlah imbalan.
Sebelumnya pada 2021, Facebook secara resmi mengubah nama perusahaannya menjadi Meta untuk menunjukkan fokusnya ingin mengembangkan dunia virtual yang nantinya bisa berjalan beriringan dengan dunia nyata menciptakan realitas campuran.
Ide ini terasa sangat futuristik namun sebenarnya gagasannya sudah ada lebih dari 10 tahun yang lalu.
CEO Meta Mark Zuckeberg pun menyebut metaverse nantinya memungkinkan pengguna internet untuk bisa bekerja, bersosialisasi, dan bahkan bermain di dunia virtual dengan pengalaman yang mirip seperti di dunia nyata.
Saat ini Meta sudah memiliki platform sosial VR miliknya bernama Horizon Worlds untuk menjadi titik awal terciptanya metaverse yang lebih luas.
Baca juga: Meta rencanakan rilis uang virtual token untuk metaversenya
Pewarta : Livia Kristianti
Editor : Guido Merung
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PT WIR Group & CAKAP kolaborasi kembangkan metaverse di sektor pendidikan
20 May 2022 11:02 WIB, 2022
Tiga perusahaan telekomunikasi Korsel pamerkan metaverse, AI di MWC 2022
02 March 2022 8:14 WIB, 2022
Kemarin, Kang Daniel debut Disney+ hingga Zuckerberg yang diminta mundur
03 November 2021 9:57 WIB, 2021
Terpopuler - Artikel
Lihat Juga
Ekonomi di Antara Riuh Pasar, Membaca Pertumbuhan Sulawesi Utara 5,39 persen
16 December 2025 21:08 WIB