Monoarfa: Usulan program provinsi tidak diterima kurang dari 20 persen
Selasa, 22 Maret 2022 11:31 WIB
Rakorgub yang dilaksanakan di Kota Manado tersebut dihadiri Menteri PPN/Kepala Bappenas, serta diikuti Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Gubernur Maluku Utara Abdul Ghani Kasuba, Wakil Gubernur Sulawesi Barat Enny Anggraeny Anwar, dan Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim. ANTARA/Karel A Polakitan (1)
Manado (ANTARA) - Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan usulan program provinsi yang tidak diterima kurang dari 20 persen.
"Ada juga provinsi yang usulan nya itu diterima 100 persen, ada juga yang usulan-nya mungkin tidak sampai 20 persen diterima, tapi rata-rata nasional sudah 50 persen," sebut Menteri di Manado, Selasa.
Karena itu, kementerian ingin memperbaiki usulan tersebut agar sinkron sehingga kementerian dan lembaga ketika mengalokasikan program itu, benar-benar tahu persis alokasi prioritas nya dan alasannya.
Sebagai gambaran, kata dia, dalam penyusunan APBN, Bappenas, Kemenkeu serta kementerian dan lembaga mengadakan rapat.
"Dalam dua tahun terakhir rapat saya pimpin, saya bisa tahu persis apa sebenarnya proses itu," katanya.
Pada masa sebelumnya, menurut Menteri, pertemuan-pertemuan hanya di tingkat eselon I dan II dan tidak diikuti Bappenas.
"Kita ingin efisiensi dan sinkronisasi APBN lebih terlihat, itu kenapa rakorgub kami lanjutkan termasuk untuk APBN 2023 ini," ujarnya.
Sebagian besar program tidak diakomodasi, menurut Menteri, itu berkaitan dengan kriteria kesiapan (readiness criteria) setiap daerah.
"Kriteria kesiapan itu adalah kesiapan daerah untuk menjadi lokasi prioritas atas program kementerian dan lembaga. Itu silahkan didiskusikan, tidak langsung ke kementerian dan lembaga yang bersangkutan," katanya menambahkan.
Seringkali, daerah langsung ke kementerian dan lembaga yang bersangkutan, misalnya jembatan dan jalan, langsung ke Kementerian PUPR.
"Memang benar, tapi Kementerian PUPR punya alasan sendiri karena dalam rapat sudah diputuskan. Perubahan itu bisa dilakukan melalui Bappenas dan Dirjen Anggaran Kemenkeu. Itu keinginan kami kenapa rakorgub kami teruskan," jelasnya.***3***
"Ada juga provinsi yang usulan nya itu diterima 100 persen, ada juga yang usulan-nya mungkin tidak sampai 20 persen diterima, tapi rata-rata nasional sudah 50 persen," sebut Menteri di Manado, Selasa.
Karena itu, kementerian ingin memperbaiki usulan tersebut agar sinkron sehingga kementerian dan lembaga ketika mengalokasikan program itu, benar-benar tahu persis alokasi prioritas nya dan alasannya.
Sebagai gambaran, kata dia, dalam penyusunan APBN, Bappenas, Kemenkeu serta kementerian dan lembaga mengadakan rapat.
"Dalam dua tahun terakhir rapat saya pimpin, saya bisa tahu persis apa sebenarnya proses itu," katanya.
Pada masa sebelumnya, menurut Menteri, pertemuan-pertemuan hanya di tingkat eselon I dan II dan tidak diikuti Bappenas.
"Kita ingin efisiensi dan sinkronisasi APBN lebih terlihat, itu kenapa rakorgub kami lanjutkan termasuk untuk APBN 2023 ini," ujarnya.
Sebagian besar program tidak diakomodasi, menurut Menteri, itu berkaitan dengan kriteria kesiapan (readiness criteria) setiap daerah.
"Kriteria kesiapan itu adalah kesiapan daerah untuk menjadi lokasi prioritas atas program kementerian dan lembaga. Itu silahkan didiskusikan, tidak langsung ke kementerian dan lembaga yang bersangkutan," katanya menambahkan.
Seringkali, daerah langsung ke kementerian dan lembaga yang bersangkutan, misalnya jembatan dan jalan, langsung ke Kementerian PUPR.
"Memang benar, tapi Kementerian PUPR punya alasan sendiri karena dalam rapat sudah diputuskan. Perubahan itu bisa dilakukan melalui Bappenas dan Dirjen Anggaran Kemenkeu. Itu keinginan kami kenapa rakorgub kami teruskan," jelasnya.***3***
Pewarta : Karel Alexander Polakitan
Editor : Guido Merung
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bappenas: Ketersediaan air minum dan sanitasi syarat untuk capai Visi 2045
25 May 2022 12:08 WIB, 2022
Kementerian PPN: Alokasi dana prioritas nasional 2023 capai Rp467,3 triliun
21 April 2022 13:09 WIB, 2022
Gubernur mengusulkan program prioritas daerah ke Kementerian PPN/Bappenas
23 March 2022 13:08 WIB, 2022
Bappenas sebut literasi digital masyarakat masih perlu untuk ditingkatkan
22 March 2022 15:52 WIB, 2022
Bappenas: Indonesia komitmen tingkatkan kolaborasi G20 atasi dampak pandemi
24 February 2022 22:52 WIB, 2022