DPRD Tapanuli Selatan kunjungi Manado belajar Perda pariwisata
Kamis, 17 Maret 2022 23:38 WIB
Foto bersama usai pmendengarkan penjelasan tentang Manado (jo/ANTARA) (1)
Manado (ANTARA) - DPRD Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, mengunjungi Kota Manado, selama tiga hari, bertukar informasi tentang peraturan daerah (Perda) pengelolaan pariwisata.
"Kami datang untuk bertukar informasi mengenai Perda kepariwisataan untuk yang mendatangkan devisa, bagi daerah," kata Ketua Komisi A DPRD Tapanuli Selatan, Abdul Basith Dalimunte, SH, di kantor DPRD Manado. Mendengarkan penjelasan tentang Manado (jo/ANTARA) (1)
Dia mengatakan, pihaknya memang memilih Manado, karena menilai meskipun tidak sebesar Medan, ibukota Sumatera Utara, tetapi terkenal dengan pariwisatanya yang mendunia.
"Manado terkenal pariwisata alam, terutama taman lautnya, maka kami memilih untuk datang supaya bisa bertukar informasi agar bisa diadopsi untuk dibawa ke daerah mereka," katanya.
Dia juga mengatakan, pihaknya senang bisa belajar tentang Manado, karena banyak juga yang bisa dipelajari terutama tentang kepariwisataan dan berapa besar potensi pendapatan daerah dari sektor pariwisata. menyampaikan maksud dan tujuan berkunjung di Manado (jo/ANTARA) (1)
Sekretaris Komisi I DPRD Manado, Boby Daud, menjelaskan, bahwa Manado adalah sebuah kota jasa dan sektor pariwisata menjadi salah satu destinasi wisata unggulan.
"Meskipun memang harus kami akui, walaupun berada di Manado secara administratif, tetapi pengelolaanya dilakukan oleh sebuah lembaga yakni badan pengelola taman nasional Bunaken," katanya.
Karena itu, Boda, sapaan akrabnya mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan provinsi tentang bagaimana mengelola Bunaken, namun katanya harus menunggu persetujuan Mendagri. Foto bersama usai pmendengarkan penjelasan tentang Manado (jo/ANTARA) (1)
Meskipun begitu, kata Boda, pihaknya sudah bertemu dengan gubernur dan menyampaikan hal tersebut, dan berharap nantinya bisa mengelola Bunaken sendiri.
Dia juga menjelaskan tentang PAD Manado justru paling banyak disumbangkan oleh pajak hotel, hiburan dan restoran, dan APBD secara umum adalah sebesar Rp1,7 triliun tahun ini.**
"Kami datang untuk bertukar informasi mengenai Perda kepariwisataan untuk yang mendatangkan devisa, bagi daerah," kata Ketua Komisi A DPRD Tapanuli Selatan, Abdul Basith Dalimunte, SH, di kantor DPRD Manado. Mendengarkan penjelasan tentang Manado (jo/ANTARA) (1)
Dia mengatakan, pihaknya memang memilih Manado, karena menilai meskipun tidak sebesar Medan, ibukota Sumatera Utara, tetapi terkenal dengan pariwisatanya yang mendunia.
"Manado terkenal pariwisata alam, terutama taman lautnya, maka kami memilih untuk datang supaya bisa bertukar informasi agar bisa diadopsi untuk dibawa ke daerah mereka," katanya.
Dia juga mengatakan, pihaknya senang bisa belajar tentang Manado, karena banyak juga yang bisa dipelajari terutama tentang kepariwisataan dan berapa besar potensi pendapatan daerah dari sektor pariwisata. menyampaikan maksud dan tujuan berkunjung di Manado (jo/ANTARA) (1)
Sekretaris Komisi I DPRD Manado, Boby Daud, menjelaskan, bahwa Manado adalah sebuah kota jasa dan sektor pariwisata menjadi salah satu destinasi wisata unggulan.
"Meskipun memang harus kami akui, walaupun berada di Manado secara administratif, tetapi pengelolaanya dilakukan oleh sebuah lembaga yakni badan pengelola taman nasional Bunaken," katanya.
Karena itu, Boda, sapaan akrabnya mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan provinsi tentang bagaimana mengelola Bunaken, namun katanya harus menunggu persetujuan Mendagri. Foto bersama usai pmendengarkan penjelasan tentang Manado (jo/ANTARA) (1)
Meskipun begitu, kata Boda, pihaknya sudah bertemu dengan gubernur dan menyampaikan hal tersebut, dan berharap nantinya bisa mengelola Bunaken sendiri.
Dia juga menjelaskan tentang PAD Manado justru paling banyak disumbangkan oleh pajak hotel, hiburan dan restoran, dan APBD secara umum adalah sebesar Rp1,7 triliun tahun ini.**
Pewarta : Joyce Hestyawatie B
Editor : Christian Alberto Kowaas
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
DPP PDIP siapkan PAW setelah viral video Wahyudin Moridu "rampok uang negara"
22 September 2025 5:53 WIB
Anggota DPRD Gorontalo ngaku tidak sadar ucapan "rampok uang negara" direkam
20 September 2025 18:20 WIB
Terpopuler - DPRD
Lihat Juga
Reses III Wakil Ketua DPRD Manado, aspirasi dikawal sampai terealisasi
30 November 2022 7:20 WIB, 2022
Ketua DPRD Manado dukung rencana pemerintah tambah waktu siswa di sekolah
22 September 2022 22:08 WIB, 2022