KY : pentingnya periksa kesehatan rohani calon hakim
Rabu, 2 Maret 2022 12:35 WIB
Tangkapan layar Ketua Bidang Rekrutmen Hakim KY Siti Nurdjanah pada diskusi bertajuk "Mencari Sosok Hakim Ad Hoc Tipikor yang Berintegritas" di Jakarta, Rabu (2/3/2022). ANTARA/Muhammad Zulfikar
Jakarta (ANTARA) - Komisi Yudisial (KY) RI menekankan pentingnya panitia seleksi untuk memeriksa kesehatan jasmani dan rohani setiap calon hakim ad hoc tindak pidana korupsi (tipikor) pada Mahkamah Agung (MA).
"Artinya, dari sisi kejiwaan juga harus diperiksa," kata Ketua Bidang Rekrutmen Hakim KY Siti Nurdjanah pada diskusi bertajuk Mencari Sosok Hakim Ad Hoc Tipikor yang Berintegritas di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, hal tersebut sangat penting agar calon hakim yang lolos betul-betul sehat secara jasmani maupun rohani.
Siti mengungkapkan bahwa seleksi calon hakim ad hoc tipikor pada MA yang dilakukan KY sebelumnya, terdapat peserta yang gagal pada tahap kesehatan meskipun memperoleh nilai integritas dan kualitas yang bagus.
"Ternyata peserta ini punya masalah kesehatan. Dia tidak bisa menerima tekanan-tekanan," ujarnya.
Selain itu, berdasarkan hasil pemeriksaan oleh rumah sakit, calon hakim tersebut diketahui juga mengidap penyakit kronis sehingga dinyatakan gagal.
Untuk mendapatkan hakim ad hoc tipikor pada MA yang berintegritas, kata dia, seleksi sangat menentukan, terutama dalam menelusuri rekam jejak masing-masing calon.
Sementara itu, Deputi Sekretaris Jenderal Transparency International Indonesia (TII) Wawan Suyatmiko berharap seleksi calon hakim ad hoc tipikor pada MA betul-betul menjaring calon hakim yang berintegritas.
Masyarakat sipil, lanjut dia, sengaja berkumpul dan mengadakan diskusi mengenai apa saja yang bisa dilakukan dalam hal seleksi calon hakim ad hoc tipikor pada lingkungan MA.
"Ini sebagai bentuk partisipasi publik untuk mencari sosok hakim tipikor yang berintegritas," ujar dia.
"Artinya, dari sisi kejiwaan juga harus diperiksa," kata Ketua Bidang Rekrutmen Hakim KY Siti Nurdjanah pada diskusi bertajuk Mencari Sosok Hakim Ad Hoc Tipikor yang Berintegritas di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, hal tersebut sangat penting agar calon hakim yang lolos betul-betul sehat secara jasmani maupun rohani.
Siti mengungkapkan bahwa seleksi calon hakim ad hoc tipikor pada MA yang dilakukan KY sebelumnya, terdapat peserta yang gagal pada tahap kesehatan meskipun memperoleh nilai integritas dan kualitas yang bagus.
"Ternyata peserta ini punya masalah kesehatan. Dia tidak bisa menerima tekanan-tekanan," ujarnya.
Selain itu, berdasarkan hasil pemeriksaan oleh rumah sakit, calon hakim tersebut diketahui juga mengidap penyakit kronis sehingga dinyatakan gagal.
Untuk mendapatkan hakim ad hoc tipikor pada MA yang berintegritas, kata dia, seleksi sangat menentukan, terutama dalam menelusuri rekam jejak masing-masing calon.
Sementara itu, Deputi Sekretaris Jenderal Transparency International Indonesia (TII) Wawan Suyatmiko berharap seleksi calon hakim ad hoc tipikor pada MA betul-betul menjaring calon hakim yang berintegritas.
Masyarakat sipil, lanjut dia, sengaja berkumpul dan mengadakan diskusi mengenai apa saja yang bisa dilakukan dalam hal seleksi calon hakim ad hoc tipikor pada lingkungan MA.
"Ini sebagai bentuk partisipasi publik untuk mencari sosok hakim tipikor yang berintegritas," ujar dia.
Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor : Guido Merung
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
37 calon hakim agung lolos seleksi kualitas, ada Wakil Ketua PT Manado
03 April 2024 19:55 WIB, 2024
Komisi Yudisial miliki jaringan pengawasan persidangan di Sulawesi Utara
17 November 2023 17:42 WIB, 2023
KY: 16 nama lolos seleksi tes kesehatan dan kepribadian calon hakim agung
22 April 2022 11:46 WIB, 2022
Putusan MK memperkuat tugas Komisi Yudisial seleksi Hakim Ad Hoc pada MA
25 November 2021 12:13 WIB, 2021
Terpopuler - Politik dan Hukum
Lihat Juga
Hashim Djojohadikusumo beri sinyal Prabowo bakal copot pejabat "telur busuk"
11 February 2026 6:19 WIB
Bareskrim Polri tahan petinggi Dana Syariah Indonesia dugaan pencucian uang
10 February 2026 9:18 WIB
KSAD: Presiden ingatkan pimpinan beri penghargaan untuk prajurit berprestasi
10 February 2026 4:53 WIB