Manado (Antara Sulut) - Wakil Wali Kota Manado Harley Mangindaan bersama jajarannya, menerima kunjungan rombongan acara pengenalan budaya lokal peserta negara sahabat PPRA XLVIII LEMHANAS RI Tahun 2012.

Dalam prtemuan tersebut, Mangindaan menjelaskan mengenai pluralisme dan multikulturalisme Manado, kepada para tamu tersebut. 

"Manado sangat heterogen, dengan berbagai latar belakang etnis dan agama, dan masyarakatnya menjadi barometer toleransi dan kerukunan masyarakat di Indonesia," kata Mangindaan.

Ia menjelaskan kerukunan ini telah lama tercipta sebab pada dasarnya penduduk Manado adalah pribadi ramah terbuka dan mampu menyikapi keberagaman secara dewasa. 

"Ini terlihat dari banyaknya muncul nama tempat yang menunjukan asal penduduk Manado seperti Kampung Bugis, Islam, Kampung Arab," kata Mangindaan. 

Ia menambahkan pemerintah dan unsur FKPD dan BKSUA, FKUB  senantiasa menjalin kerja sama yang sinergis untuk memastikan hubungan umat beragama berjalan dengan harmonis. 

Selain menyampaikan berbagai keunggulan Manado Mangindaan juga menyampaikan mengenai Sulawesi Utara sebagai pintu gerbang keluar dan masuk Indonesia melalui Asia Timur dan Pasifik. 

Rombongan pengenalan budaya lokal peserta negara sahabat PPRA XLVIII LEMHANAS RI 2012 dipimpin oleh Irjen Pol. Lindung Simanjuntak, dengan para peserta yang terdiri dari beberapa negara sahabat diantaranya Yordania, Australia, Philipina, Zimbabwe dan Aljazair serta Indonesia.