Manado (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, mengoptimalkan program integrated farming system (sistem pertanian terintegrasi) milik Kementerian Pertanian, yang salah satu tujuannya untuk membangun ketahanan dan kualitas pangan nasional.

"Pemerintah Kabupaten Morowali berupaya menjawab tantangan yang diberikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo terkait penyiapan lahan untuk program integrated farming," kata Wakil Bupati Morowali Nadjamudin kepada Staf Khusus Mentan RI Yesiah Ery Tamalagi, di Morowali, Selasa.

Untuk menjawab tantangan Mentan, kata Nadjamuddin, Pemkab Morowali menyediakan lahan puluhan hektare, untuk optimalisasi program pembangunan ketahanan pangan tersebut.

Integrated farming system adalah terjadinya integrasi antara pertanian, perikanan dan peternakan, artinya dalam satu kawasan atau titik dapat menghasilkan produk pertanian, perikanan dan peternakan.

Di Kabupaten Morowali, pemerintah daerah setempat memulainya dari Desa Kolono, Kecamatan Bungku Tengah, dengan lahan yang disediakan seluas 21 hektare. Selain di desa tersebut, Pemkab Morowali juga menyiapkan lahan seluas 21 hektare di Desa Bahomoteve.

"Pemkab menurunkan alat berat dari APBD untuk pembersihan lahan yang diminta pak Menteri," Nadjamuddin.

Kepala Dinas Pertanian Morowali Andi Imran menambahkan, lahan di dua lokasi yang disiapkan untuk program tersebut, masing-masing milik Kelompok Tani Maju Bersama, untuk Desa Kolono. Sementara 21 hektare berikutnya lahan pertanian milik kelompok tani Kelompok Tani Mawar Coklat.

"Lokasi ini kami pilih sesuai apa yang disyaratkan saat pak Bupati diterima pak Menteri awal Oktober lalu,” jelas Andi Irman.

Pejabat Kementerian Pertanian Yesiah Ery Tamalagi saat ini melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Morowali. Dalam kunjungan kerja itu, Staf Khusus Mentan RI Ery Tamalagi meninjau lahan yang disiapkan oleh Pemkab Morowali untuk program pertanian terintegrasi.

Ery Tamalagi juga melihat progres program bantuan ternak sapi di daerah Topogaro. Saat ini sejumlah sapi bantuan kloter pertama dari Kementerian Pertanian sudah diterima kelompok ternak di Topogaro. Foto bersama Staf Khusus Menteri Pertanian RI Yesiah Ery Tamalagi bersama pejabat Pemkab Morowali, Selasa (16/11/2021). (ANTARA/HO-Dok Erik Tamalagi)

Pewarta : Muhammad Hajiji
Editor : Guido Merung
Copyright © ANTARA 2024