Manado, (Antara Sulut) - Sebanyak 150 warga Sulawesi Utara yang mendapatkan tindakan pembedahan di atas kapal US Navy hospital Ship (USNS) Mercy dalam perjalanan ke Kabupaten Sangihe pada pelaksanaan "Pacific Partnership" di Kota Manado.

"Mereka sudah turun dari kapal USNS Mercy dan ada yang sudah kembali ke kampung halamannya. Jalannya pembedahan di atas kapal berlangsung sukses," kata Kepala Bagian Humas Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Christian Sumampouw, di sela-sela simulasi penanggulangan bencana di kanto gubernur Sulut, di Manado, Rabu.

Sumampouw mengatakan, dalam perjalanan kedua menuju Kabupaten Talaud, Provinsi Sulawesi, 150 pasien lainnya akan menjalani pembedahan dan pengobatan di atas kapal USNS Mercy.

"Pembedahan yang dilakukan antara lain katarak, hernia, bibir sumbing, bekas luka bakar dan penyakit lainnya yang membutuhkan tindakan pembedahan ringan," ungkapnya.

Sebelum berlabuh di Teluk Manado, kata dia, USNS Mercy akan transit di Kabupaten Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara dan menggelar beberapa kegiatan.

Di antaranya, bakti sosial seperti pembangunan sarana dan prasarana jalan, serta rehabilitasi pusat kesehatan masyarakat dan sekolah.

"Selain pengobatan gratis di beberapa wilayah, ada juga pemberian vaksin untuk ternak yang dilakukan dokter hewan Amerika Serikat," katanya.

Sementara itu kata Sumampouw, awak USNS Mercy yang tidak ikut dalam pelayaran menuju daerah kepulauan melaksanakan beberapa agenda kegiatan seperti simposium tentang penanggulangan bencana dan simulasi penanganan bencana.

USNS Mercy mempunyai agenda perjalanan ke Asia Pacific setiap dua tahun dan dilaksanakan di tahun genap.

Di perkirakan dalam menjalankan misi kemanusiaan ini, kapal ini memboyong prajurit angkatan laut serta tim medis yang tergabung dari beberapa negara, kata dia.
(guntur/@antarasulutcom)