Dinkes Banyumas imbau masyarakat waspada penyakit demam berdarah
Selasa, 26 Oktober 2021 15:20 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas Sadiyanto. ANTARA/Sumarwoto
Manado (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengimbau masyarakat untuk mewaspadai penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang disebarkan nyamuk Aedes aegypti seiring dengan datangnya musim hujan.
"Meskipun saat ini masih terjadi pandemi COVID-19, masyarakat tetap diimbau untuk waspada terhadap demam berdarah karena penyakit ini juga berbahaya," kata Kepala Dinkes Kabupaten Banyumas Sadiyanto di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Selasa.
Ia mengakui wilayah Banyumas sudah memasuki awal musim hujan.
Pihaknya mulai menerima laporan dari masyarakat terkait dengan dugaan penularan demam berdarah.
Kendati demikian, pihaknya tetap harus melakukan pengecekan ke lapangan guna memastikan apakah benar terkena demam berdarah atau penyakit lainnya.
"Namun dari hasil pengecekan, ada beberapa yang positif demam berdarah," katanya.
Terkait dengan hal itu, dia mengimbau masyarakat untuk waspada dan mengantisipasi terjadinya penyebaran penyakit demam berdarah yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti.
Menurut dia, upaya pencegahan demam berdarah yang paling efektif adalah dengan cara pemberantasan sarang nyamuk (PSN) karena bisa memutus rantai perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.
Jika melakukan pengasapan (fogging), kata dia, hal itu hanya membasmi nyamuk untuk sementara waktu.
"Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk menggiatkan PSN dengan cara membersihkan bak penampungan air dan sebagainya. Lebih baik mencegah daripada mengobati," kata Sadiyanto.
"Meskipun saat ini masih terjadi pandemi COVID-19, masyarakat tetap diimbau untuk waspada terhadap demam berdarah karena penyakit ini juga berbahaya," kata Kepala Dinkes Kabupaten Banyumas Sadiyanto di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Selasa.
Ia mengakui wilayah Banyumas sudah memasuki awal musim hujan.
Pihaknya mulai menerima laporan dari masyarakat terkait dengan dugaan penularan demam berdarah.
Kendati demikian, pihaknya tetap harus melakukan pengecekan ke lapangan guna memastikan apakah benar terkena demam berdarah atau penyakit lainnya.
"Namun dari hasil pengecekan, ada beberapa yang positif demam berdarah," katanya.
Terkait dengan hal itu, dia mengimbau masyarakat untuk waspada dan mengantisipasi terjadinya penyebaran penyakit demam berdarah yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti.
Menurut dia, upaya pencegahan demam berdarah yang paling efektif adalah dengan cara pemberantasan sarang nyamuk (PSN) karena bisa memutus rantai perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.
Jika melakukan pengasapan (fogging), kata dia, hal itu hanya membasmi nyamuk untuk sementara waktu.
"Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk menggiatkan PSN dengan cara membersihkan bak penampungan air dan sebagainya. Lebih baik mencegah daripada mengobati," kata Sadiyanto.
Pewarta : Sumarwoto
Editor : Guido Merung
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polresta Banyumas ungkap kasus prostitusi daring melibatkan enam muncikari
14 March 2023 12:03 WIB, 2023
Pemkab Banyumas minta Indonesia Power tanggung jawab atas kematian ikan
08 April 2022 12:22 WIB, 2022
Ekonom UMP: Penyaluran BLT salah satu solusi atasi masalah minyak goreng
04 April 2022 12:51 WIB, 2022
Pemeritah Kabupaten Banyumas gelar operasi pasar minyak goreng murah
23 February 2022 13:29 WIB, 2022
46.818 warga miskin di Banyumas diusulkan dapat bantuan sosial dari pemerintah
26 November 2021 14:01 WIB, 2021
Pemkab Banyumas segera mengoperasikan bus Trans Banyumas bantuan Kemenhub
19 November 2021 15:04 WIB, 2021
Satlantas Polresta Banyumas fokus mengedukasi dalam Operasi Zebra 2021
18 November 2021 12:30 WIB, 2021