Ramadhan kali ini agak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dengan kehadiran social media, baik twitter, facebook, Google+ maupun lainnya.
Para pendakwah yang sadar kemajuan teknologi informasi memanfaatkan fenomena ini untuk menyapa pengikutnya.
Yang kami ketengahkan kali ini ada kuliah twitter shaum (puasa) yang disampaikan cendekiawan muslim, Dr Didin Hafidhuddin, melalui akunnya di @hafidhuddin.
Sengaja kami ketengahkan agar memberi kontribusi pada "character building" bangsa ini ditengah kegalauan hiruk pikuk politik yang tidak berkesudahan.
****
Dari QS 3:17 ini dapat diketahui bahwa ada lima perilaku yang mengundang pertolongan Allah, dan semuanya tercermin pada ibadah shaum ini.
Pertama, As-Shoobirun (orang-orang yang sabar). Sabar berarti ulet, tahan uji, tidak berputus asa dan tidak mudah menyerah.
Didalam Al-Quran, sabar selalu dikaitkan dengan amal perbuatan dan jihad. Sabar tercermin dari perbuatan dan usaha manusia.
Jika kita tidak berbuat, diam saja, maka itu bukanlah sabar, karena sabar artinya kita ulet dan gigih dlm berusaha.
Kedua, As-Shoodiqin (orang yang jujur/amanah). Apapun posisi kita, maka kita harus menjadi pribadi yang jujur.
Pemimpin yang jujur akan menjadi salah satu golongan yang mendapat naungan di akhirat kelak. Karena kejujuran jiwa dari agama kita.
Dalam sebuah hadist shahih dikatakan bahwa amanah (kejujuran) akan mengundang rezeki. Sebaliknya, khianat justru akan mengundang kefakiran.
Ketiga, Al-Qoonitin (orang yang tunduk, patuh dan disiplin). Kita harus menjadi pribadi yang disiplin dalam memanfaatkan waktu.
Kesuksesan ekonomi di suatu negara, misalnya, akan tercapai jika masyarakat disiplin dalam memanfaatkan waktu.
Keempat, Al-Munfiqin (orag-orang yang gemar berinfak). Kita jadikan memberi (infak) sebagai kebutuhan dan gaya hidup kita.
Karena orang yang gemar berinfak, pasti memiliki izzah (harga diri) dan etos kerja yang tinggi.
Dan orang yang gemar berinfak dipastikan tidak akan pernah pailit dan merugi dalam hidupnya.
Karena setiap harinya di depan rumah kita ada dua malaikat yang mendoakan kita.
Bagi orang yang setiap hari berniat untuk berinfak, akan didoakan para malaikat yang ada di depan rumahnya.
"Ya Allah, berikanlah pengganti pada orang yang suka berinfak ini,"
Sebaliknya bagi orang yang tidak ada niat, bahkan ada kecenderungan bakhil, ada pula malaikat yang mendoakan.
Ya Allah, berikan pada orang yang tidak mau berinfak ini kehancuran pada hartanya.
Maka yakinlah, ada banyak manfaat yg akan didapat oleh orang2 yg gemar berinfak. Jadikan infak sbg lifestyle kita.
Kelima, Al-Mustaghfirin (orang-orang yang suka beristighfar), yaitu orang yang suka mohon ampun atas dosa-dosa yang dilakukan.
Dan waktu utama bagi manusia untuk beristighfar adalah waktu sahur (sepertiga malam), karena disana ada banyak keberkahan.
Waktu sahur adalah "The Golden Time" bagi manusia untuk bermunajat dan memohon kepada Allah SWT.
Dalam sbuah hadist Qudsi digambarkan bahwa pada waktu sahur tersebut, Allah dengan para malaikat-Nya turun ke langit dunia.
"Adakah di antara hamba-Ku yang memohon ampun, pasti akan Kuampuni. Adakah di antara hamba-Ku yg memohon pertolongan, pasti akan Kuberikan pertolongan kepadanya,"
Maka mari kita manfaatkn waktu sahur ini untuk bermunajat kepada Allah SWT, hindari untuk melakukan kegiatan yang banyak tertawa.
Salah satu cara manusia menjaga keutuhan rumah tangga mereka dengan shalat tahajjud bersama, baik berjamaah maupun sendiri-sendiri.
Jangankan mengabulkan permohonan hamba-Nya, memutar siang dan malam saja, Allah Maha Kuasa.
Oleh karena itu, mari jadikan shalat malam sebagai kebutuhan hidup kita.
Demikian kultwit pengajian Al Hijri. Semoga kita bisa menjadi alumni Ramadhan yang sukses dengan menerapkan lima perilaku tersebut.
*****
* Journalistpreneur di LKBN ANTARA Sulut.