
HIM: Dari kebiasaan kecil menuju Indonesia Emas

Manado (ANTARA) - Di Kelurahan Tikala Baru, Kota Manado, tinggallah seorang anak bernama Ahmad Safril Pallio. Kehidupannya sederhana, jauh dari kemewahan, Ahmad tumbuh dalam keluarga yang harus menjalani hari demi hari dengan penuh perjuangan.
Keluarganya merupakan keluarga kurang mampu dan tercatat sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dalam kelompok desil dua.
Sang ayah Ishak Pallio, bekerja sebagai tukang parkir liar, penghasilannya tidak menentu, terkadang cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, tetapi tak jarang keluarga harus kembali berhitung agar semua kebutuhan dapat terpenuhi, sedangkan Suryani Oll, hanya ibu rumah tangga biasa.
Rumah yang mereka tempati pun bukan milik sendiri. Ahmad bersama keluarganya tinggal di sebuah rumah yang mereka sewa. Bagi sebagian orang, rumah mungkin sekadar tempat berlindung, namun bagi keluarga Ahmad, rumah sewaan itu menjadi saksi perjuangan, tempat mereka berbagi cerita, makan bersama, dan menyimpan harapan agar kehidupan suatu hari nanti menjadi lebih baik.
Di tengah keterbatasan tersebut, Ahmad tidak ingin menjadikan keadaan sebagai alasan untuk berhenti bermimpi. Ia tetap menjalani hari-harinya sebagai seorang anak dengan semangat belajar dan keinginan untuk memiliki masa depan yang lebih cerah.
Ketika kesempatan datang untuk menjadi siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SMP) 21 Kota Manado, kesempatan itu terasa seperti pintu baru yang terbuka bagi Ahmad dan keluarganya.
Sekolah bukan hanya tempat untuk memperoleh ilmu, tetapi juga menjadi jalan bagi Ahmad untuk memperluas cita-cita yang selama ini mungkin terasa jauh.
Bagi keluarganya, langkah Ahmad memasuki Sekolah Rakyat menjadi sebuah kebanggaan. Di balik pekerjaan sederhana sang ayah, rumah yang masih disewa, serta kehidupan yang penuh keterbatasan, tersimpan harapan besar, melihat Ahmad tumbuh menjadi anak yang berpendidikan, mandiri, dan mampu mengubah kehidupan keluarganya kelak
Puncak Kegiatan HIM
Pagi itu menjadi hari yang istimewa bagi Ahmad Safril Pallio, siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SMP) 21 Kota Manado. Bersama ribuan siswa lainnya, Ahmad mendapat kesempatan mengikuti peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM), sebuah momentum yang mengajak generasi muda mengenal pentingnya budaya menabung sejak dini.
Suasana kegiatan terasa semarak, ribuan siswa hadir dengan penuh antusias, membawa semangat dan rasa ingin tahu.
Di tengah keramaian itu, Ahmad tersenyum bangga ketika mengetahui bahwa dirinya termasuk siswa yang akan menerima Tabungan Simpanan Pelajar (Simpel) Bohusami Young dari Bank Pembangunan Daerah Sulutgo dan akan diserahkan langsung oleh orang nomor satu di Daerah Nyiur Melambai ini.
Suasana kegiatan HIM di Sulawesi Utara seketika berubah menjadi penuh semangat ketika Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus hadir di tengah-tengah mereka.
Dari kejauhan, wajah-wajah para pelajar tampak ceria, begitu mengetahui sang gubernur tiba di lokasi kegiatan, mereka langsung menyambut dengan tepuk tangan dan sorakan riang.
Suara para siswa dan mahasiswa berpadu menjadi satu, menciptakan suasana hangat yang menggambarkan antusiasme generasi muda Sulawesi Utara.
“Pak Gubernur!” terdengar teriakan dari tengah kerumunan.
Sebagian siswa melambaikan tangan, sementara yang lainnya tersenyum lebar dan berusaha melihat lebih dekat sosok pemimpin yang datang menemui mereka.
Yulius Selvanus pun membalas sambutan tersebut dengan senyum dan lambaian tangan.
Kehadirannya di tengah para pelajar membuat suasana semakin hidup, tidak ada jarak yang terasa kaku, yang terlihat justru kedekatan antara pemimpin daerah dengan generasi muda yang menjadi bagian penting dari masa depan Sulawesi Utara.
Bagi para siswa dan mahasiswa, kehadiran gubernur bukan sekadar agenda seremonial. Momen itu menjadi pengalaman yang membekas. Mereka dapat menyaksikan langsung seorang pemimpin daerah hadir dan memberikan perhatian kepada dunia pendidikan serta pentingnya membangun kebiasaan menabung sejak dini.
Momen semakin berkesan ketika tabungan tersebut diserahkan secara langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus. Bagi Ahmad, menerima tabungan dari orang nomor satu di Sulawesi Utara bukan sekadar mendapatkan buku atau rekening tabungan.
Lebih dari itu, ia merasa sedang menerima sebuah pesan penting dari bapak gubernur bahwa kebiasaan kecil menyisihkan uang secara disiplin dapat menjadi bekal berharga untuk meraih cita-cita di masa depan.
Kepala Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SMP) 21 Kota Manado, Fenny Meivi Sarah Kilikily menyambut positif pelaksanaan kegiatan HIM.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar momentum untuk mengajak siswa menyimpan uang, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun pengetahuan dan kebiasaan mengelola keuangan sejak usia sekolah.
“Kegiatan HIM ini sangat baik sekali, karena menjadi bekal pengetahuan tentang kemampuan literasi keuangan yang dibutuhkan murid dalam menjalani kehidupan,” ujar Fenny.
Di mata Fenny, menabung merupakan kebiasaan sederhana yang memiliki manfaat besar. Melalui kegiatan ini, para siswa diperkenalkan pada cara mengelola uang secara bijak, membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta belajar menyisihkan sebagian uang untuk kepentingan di masa depan.
Ia berharap pengalaman yang diperoleh siswa dalam kegiatan HIM tidak berhenti pada saat kegiatan berlangsung. Kebiasaan menabung diharapkan dapat terus mereka lakukan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga perlahan tumbuh sikap disiplin, bertanggung jawab, dan mampu merencanakan masa depan.
“Dengan adanya kegiatan ini, para siswa akan mengerti manfaat menabung untuk masa depan mereka,” kata Fenny.
Bagi Fenny, setiap rupiah yang disisihkan oleh seorang siswa hari ini bukan hanya sekadar uang yang tersimpan, di dalamnya ada sebuah pelajaran tentang kesabaran, tanggung jawab, dan perencanaan.
Dari kebiasaan kecil di bangku sekolah itulah, para siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi yang memiliki kecakapan mengelola keuangan dan lebih siap menghadapi kehidupan di masa mendatang.
Tabungan Simpanan Pelajar
Menurut Direktur Umum Bank Sulutgo Joubert Dondokambey para siswa sedang diajak mengenal kebiasaan mengelola uang dan belajar menyiapkan masa depan sejak masih duduk di bangku sekolah.
Ketika tabungan SimPel Bohusami Young diserahkan, rasa bangga dan antusiasme terlihat jelas. Bagi sebagian siswa, mungkin inilah salah satu pengalaman pertama mereka memiliki tabungan yang secara khusus diperuntukkan bagi pelajar.
Di antara para siswa itu, tersimpan pula kisah perjuangan masing-masing. Salah satunya Ahmad Safril Pallio, siswa SMP 21 Kota Manado yang berasal dari keluarga sederhana. Baginya, tabungan yang diterima hari itu memiliki arti tersendiri.
Bagi Bank SulutGo, penyerahan Tabungan SimPel Bohusami Young kepada siswa SMP 21 Kota Manado menjadi bagian dari upaya mendekatkan layanan keuangan kepada generasi muda sekaligus mendorong mereka menjadi generasi yang semakin cakap dalam mengelola keuangan.
Sebuah tabungan mungkin terlihat sederhana. Namun bagi para siswa, buku tabungan tersebut dapat menjadi awal dari sebuah perjalanan panjang.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara dan Gorontalo (Sulutgo), Robert Sianipar, mengatakan pelaksanaan HIM diharapkan mampu meningkatkan kualitas menabung di kalangan pelajar dan mahasiswa di daerah tersebut.
Menurut Robert, kebiasaan menabung perlu terus ditanamkan kepada generasi muda. Dengan pemahaman keuangan yang semakin baik, para pelajar dan mahasiswa diharapkan tidak hanya rajin menyisihkan uang, tetapi juga mampu memahami bagaimana mengelola keuangan secara bijak dan bertanggung jawab.
Bagi Robert, sekolah dan kampus merupakan tempat yang strategis untuk membangun kebiasaan tersebut. Dari lingkungan pendidikan, generasi muda dapat mulai mengenal pentingnya perencanaan keuangan, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta mempersiapkan diri menghadapi berbagai kebutuhan di masa depan.
Karena itu, HIM diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat budaya menabung sekaligus mendorong semakin banyak pelajar dan mahasiswa menggunakan serta mengenal layanan keuangan formal.
Robert juga berharap kegiatan tersebut dapat memberikan dampak lebih luas terhadap peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Sulawesi Utara. Semakin tinggi pemahaman masyarakat mengenai produk dan layanan keuangan, diharapkan semakin bijak pula masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.
Sebab ketika generasi muda belajar menabung hari ini, sesungguhnya mereka sedang belajar mempersiapkan masa depan sekaligus membangun karakter untuk kehidupan yang lebih baik menuju Indonesia Emas 2045.
Pewarta : Nancy Lynda Tigauw
Editor:
Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
