Bulan Ramadhan yang senantiasa dirindukan segenap kaum muslimin seluruh dunia, kembali menemui kita di tahun 2011 ini, yang kehadirannya tentu membawa amalia yang besar bagi yang melaksanakannya.
Karena didalam bulan Ramadhan itu, Allah SWT mewajibkan berpuasa bagi orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, tua, muda, remaja dan anak-anak yang telah “aqil balighâ€, untuk mensucikan dirinya dari perbuatan dosa dan menjadikannya insan yang Muttaqin, sebagaimana ditegaskan dalam Al Quran.
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa†(Al Baqarah : 158)
Kerinduan umat Islam dengan Ramadhan ini semata-mata bertujuan untuk melaksanakan perintah Allah tersebut dan mensucikan diri dari perbuatan dosa yang telah dikerjakannya, sekaligus akan membentuk pribadi muslim sejati yang taat atas perintah Allah.
Tidak heran jika setiap Ramadhan datang, umat Islam selalu gembira menyambutnya dengan berbagai kegiatan. Di beberapa daerah Sulawesi Utara (Sulut) umumnya dilaksanakan dengan pembacaan Do’a dan Dzikir bersama untuk mengharapkan dapat berjumpa dengan bulan pembawa Rahmat tersebut.
Selain itu warga juga melakukan silaturahim dengan sanak saudara, tetangga dan bahkan jamaah dan warga lainnya, dimaksudkan untuk saling bermaaf-maafan atas segala kesalahannya, sehingga memasuki Ramadhan sudah tidak ada ganjalan dalam hatinya.
Menyambut datangannya bulan yang penuh ibadah ini, masjid dan musholla telah ditata rapih untuk digunakan Sholat Fardhu dan Sholat Sunnah Tarwih, bahkan rumah-rumah pendudukpun dibenahi, di cat dengan warna-warni dan juga pemasangan lampu-lampu hias dijalan umum sehingga lebih menambah semaraknya Ramadhan 1432 Hijriah kali ini.
Luapan kegembiraan ini terpancar dari rawut wajah anak-anak remaja masjid yang sibuk menyusun program tahunannya, Tadarusan Al Qur’an dari rumah ke rumah, Da’wah keliling, membangunkan Sahur, Buka Puasa dan berbagai kegiatan silaturrhim.
Tokoh agama Sulut, KH. Drs. Ahsan Afandi Zaini dimintai pendapatnya mengatakan, Rasulullah SAW bersabda didalam satu Haditsnya, “Barang siapa hatinya gembira menyambut datangnya Ramadhan, maka Allah Ta’ala akan mengharamkan jasadnya dari api narakaâ€.
Mungkin Hadits tersebut membuat rasa kegembiraan umat Islam menyambut datangnya “Syahru Shiam, Syahru Ibadah†dengan gegap-gempita.
Lebih menarik lagi, anak-anak usia 7 hingga 10 tahun ikut nampak bersemangat menyambutnya, ini terlihat dihampir seluruh masjid di Manado, dimana mereka menggunakan kain sarung, songkok haji dan sajadah ditangan secara beramai-ramai mendatangi masjid untuk melakukan sholat.
“Bulan Ramadhan mempunyai makna yang luar biasa, terutama bagi anak-anak, dimana mereka dengan semangatnya melaksanakan ibadahâ€, tutur Ihksan, Staf Syar’i Masjid Al Falah di Kelurahan Sindulang Satu, Kecamatan Tuminting, Manado.
Banyak sekali pahala yang terdapat dalam bulan Ramadhan ini yang dikhususkan bagi orang-orang yang menjalankannya dengan penuh ketabahan dan kesabaran
Jadikan Perbedaan itu Rahmat
KH. Afandi Zaini mengatakan, perbedaan itu biasa terjadi dimana-mana, termasuk dalam penetuan satu Ramadhan, ada yang duluan dan ada yang belakangan, namun semua itu dibenarkan didalam Islam, karena berpuasa itu lamanya 29 atau 30 hari.
“Memang ada yang berpendapat 1 Ramadhan jatuh pada 1 Agustus 2011, sebagian yang lain juga meyakini 31 Juli, semuanya itu boleh-boleh saja dan sudah sesuai dengan kententuan agama kita, yakni bilangan puasa 29 atau 30 hariâ€, katanya sambil meminta jangan jadikan perbedaan itu sebagai persoalan, tetapi jadikanlah Rahmat.
Namun demikian, untuk menjaga kekompakan dan ukhuwah islamiyah, Afandi Zaini meminta semua pihak mengikuti pengumuman pemerintah melalui Menteri Agama, karena mereka itu adalah U’lil Amri.
“Dalam Al Qur’an dijelaskan, keputusan yang diambil Ulil Amri harus diikuti, karena merekalah yang paling bertanggung jawab dalam soal penentuan bulan pertama Ramadhantâ€, ujarnya.
Sebaiknya kita sama-sama menunggu pengumuman Menteri Agama, mereka akan bertanggungjawab atas segala hal yang diambil dihadapan Allah SWT, makanya mari kita sama-sama berikhtiar dan mengikuti petunjuknyaâ€, pinta dia.
Amalia Ramadhan
Menyinggung amalia Ramadhan, Zaini mengatakan, semua perbuatan baik itu akan menjadi amal zariah, termasuk senyum yang merupakan salah satu perbuatan terkecil, namun dihadapan Allah sangatlah besar.
“Senyum saja sudah bernilai ibadah, apalagi berbuat kebaikan seperti zakat, infaq, sodaqah, tadarus Al Quran, Sholat Fardu dan Sunnah serta perbuatan apa saja yang ada kebaikannya tentu bernilai ibadah dan akan dibalas berlipat ganda oleh Allah SWTâ€, tutur warga Bangkalan, Madura itu.
Selain itu, selama dalam menjalankan puasa, sebaiknya tidak melakukan perbuatan keji dan munkar, menjaga lisan dari pada perkataan yang sia-sia, menyinggung perasaan orang, menganiaya, berkelahi, meminum minuman haram dan lainya.
“Hindari semuanya kejelekan itu dan perbanyak berbuat kebaikan, ajaklah manusia lainnya berbuat baik, karena kita sebagai muslim harus memberikan contoh teladan yang baik bagi umat lain sehingga degan demikian hidup kita akan di ridhoi oleh Allah SWTâ€.
Mengutip sebuah hadits tentang orang berpuasa dengan sia-sia, Zaini mengatakan, itu merupakan peringatan Nabi Muhammad SAW kepada umatnya agar dapat melaksanakan puasa dengan ikhlas, baik, menerima apa adanya dengan kesabaran, menjaga perilaku dan akhlak, maka dia akan memperoleh keberkahan yang besar dari Allah SWT.
“Betapa banyak orang-orang berpuasa tapi tidak mendapatkan apa-apa selain lapar dan dahaga, itu semuanya karena puasanya hanya ikut-ikutan, tidak memaknainya dengan keimanan".
Akhirnya dia mengajak umat Islam untuk lebih menjalin hubungan silaturrahim dengan dengan tetangga, kerabat dan bahkan masyarakat umum sehingga Ramadhan kali ini akan membawa bekas dalam hati setiap muslim.
Ahlan Wasahlan Wa Marhaban…Selamat datang bulan Ramadhan yang penuh hikmah dan selamat menunaikan ibadah puasa, mohon maaf lahir bathin.