Welcome ARF DIREX
Senin, 7 Maret 2011 9:39 WIB
Agus Setiawan. (Foto : Laode Masrafi).
Provinsi Sulawesi Utara pekan ketiga Maret, tepatnya 14 - 19 Maret 2011, menyelenggarakan hajatan internasional ASEAN Regional Forum Disaster Relief Exercise (ARF Direx), atau forum latihan penanggulangan bencana regional ASEAN.
Forum ini menjadi kehormatan bagi warga Sulawesi Utara karena dipercaya menyelenggarakan international event, sekaligus menjadi prestasi pemerintah Sulawesi Utara setelah sebelumnya dipercaya menyelenggarakan World Ocean Conference (WOC) CTI Summit dan Sail Bunaken.
Menurut panitia dalam rapat di Dinas Kominfo akhir Pebruari, tamu-tamu yang hadir pada hajatan ini lebih besar dibanding "event" internasional sebelumnya, karena akan hadir 27 delegasi dari perwakilan ASEAN, Amerika Serikat dan negara Uni Eropa.
Kepanitian acara ini juga berbeda dengan acara sebelumnya karena melibatkan 300 orang dari Jepang. Keterlibatan panitia Jepang yang dikenal memiliki disiplin tinggi tentu harus diimbangi oleh panitia lokal dan nasional.
"Orang Jepang itu saklek (zakelijk), saat pra ARF Direx ada panitia lokal yang jelas-jelas terdaftar namanya namun dia tidak registrasi, benar-benar tidak dapat nasi kotak," ujar panitia ARF Direx Kemkominfo, Agus Salim.
Yang salah bukan orang Jepang, namun kebiasaan kita yang meremehkan hal yang dianggap kecil. Padahal sebelumnya sudah jelas ada pemberitahuan lewat tulisan agar panitia mendaftarkan diri. Ini tentu pelajaran. Ini diakui Agus Salim.
Berlangsungnya international event ini tentu banyak pihak yang diuntungkan. Okupansi atau tingkat hunian hotel akan naik karena kedatangan banyak tamu. Sulut khususnya Manado akan makin dikenal di dunia internasional.
Para tamu tentu tidak hanya mengikuti acara yang sudah dijadwalkan, tentu mereka akan pesiar mengunjungi obyek-obyek wisata di Sulut seperti Taman Laut Bunaken, Bukit Kasih, Danau Tondano atau mungkin belanja di pusat bisnis boulevard.
Para stakeholder pengelola obyek-obyek wisata tersebut harus mempersiapkan diri sebaik mungkin. Tidak boleh ada sampah berserakan di Bunaken, demikian pula di tempat-tempat pelayanan publik lainnya.
Semua stakeholder memang harus mempersiapkan diri dengan hajatan ini. Sayangnya pada Minggu kedua Maret ini pelayanan publik kembali disuguhi dengan antrean mobil di SPBU hingga mengakibatkan kepadatan dan ketidakteraturan arus lalu lintas.
Lihat saja di sekitar SPBU Jalan Kairagi, sekitar SPBU Paal Dua dan sekitar SPBU Tikala. Lalu lintasnya macet luar biasa. Kalau kejadian ini tidak cepat diselesaikan maka akan mengganggu mobilitas para tamu ARF Direx.
Melalui instruksi Wali Kota Manado, Vicky Lumentuut, sejumlah kelurahan nampaknya sudah menyiapkan diri terbukti dengan banyaknya banner-banner kelurahan yang dipasang di pinggir jalan, melengkapi banner dari BNPBD dan Kekominfo Jakarta.
Hanya saja ketidakhadiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghadiri momentum internasional ini sedikit mengurangi gairah ARF Direx. Presiden mewakilkan kepada Wapres, Boediono untuk menghadiri pembukaan ARF Direx.
Boediono bakal hadir ke Manado usai menerima gelar Doktor Honoris Causa dari University of Western Australia. Wapres melakukan lawatan ke Australia 9-13 Maret 2011. Ketidakhadiran Presiden ini persis saat Sail Bunaken lalu. Beliau banyak diharapkan datang namun hanya mewakilkan ke Menkokesra.
Geger rencana reshufle kabinet untuk menata ulang kabinet koalisi nampaknya ikut menyita perhatian Presiden SBY sehingga mengurungkan agendanya ke Manado.
Selamat datang para peserta ARF Direx. Semoga Manado dan Sulawesi Utara pada umumnya menjadi tempat yang menyenangkan. (agusantara@yahoo.com).
* Kepala Biro Perum LKBN ANTARA Sulut.
Forum ini menjadi kehormatan bagi warga Sulawesi Utara karena dipercaya menyelenggarakan international event, sekaligus menjadi prestasi pemerintah Sulawesi Utara setelah sebelumnya dipercaya menyelenggarakan World Ocean Conference (WOC) CTI Summit dan Sail Bunaken.
Menurut panitia dalam rapat di Dinas Kominfo akhir Pebruari, tamu-tamu yang hadir pada hajatan ini lebih besar dibanding "event" internasional sebelumnya, karena akan hadir 27 delegasi dari perwakilan ASEAN, Amerika Serikat dan negara Uni Eropa.
Kepanitian acara ini juga berbeda dengan acara sebelumnya karena melibatkan 300 orang dari Jepang. Keterlibatan panitia Jepang yang dikenal memiliki disiplin tinggi tentu harus diimbangi oleh panitia lokal dan nasional.
"Orang Jepang itu saklek (zakelijk), saat pra ARF Direx ada panitia lokal yang jelas-jelas terdaftar namanya namun dia tidak registrasi, benar-benar tidak dapat nasi kotak," ujar panitia ARF Direx Kemkominfo, Agus Salim.
Yang salah bukan orang Jepang, namun kebiasaan kita yang meremehkan hal yang dianggap kecil. Padahal sebelumnya sudah jelas ada pemberitahuan lewat tulisan agar panitia mendaftarkan diri. Ini tentu pelajaran. Ini diakui Agus Salim.
Berlangsungnya international event ini tentu banyak pihak yang diuntungkan. Okupansi atau tingkat hunian hotel akan naik karena kedatangan banyak tamu. Sulut khususnya Manado akan makin dikenal di dunia internasional.
Para tamu tentu tidak hanya mengikuti acara yang sudah dijadwalkan, tentu mereka akan pesiar mengunjungi obyek-obyek wisata di Sulut seperti Taman Laut Bunaken, Bukit Kasih, Danau Tondano atau mungkin belanja di pusat bisnis boulevard.
Para stakeholder pengelola obyek-obyek wisata tersebut harus mempersiapkan diri sebaik mungkin. Tidak boleh ada sampah berserakan di Bunaken, demikian pula di tempat-tempat pelayanan publik lainnya.
Semua stakeholder memang harus mempersiapkan diri dengan hajatan ini. Sayangnya pada Minggu kedua Maret ini pelayanan publik kembali disuguhi dengan antrean mobil di SPBU hingga mengakibatkan kepadatan dan ketidakteraturan arus lalu lintas.
Lihat saja di sekitar SPBU Jalan Kairagi, sekitar SPBU Paal Dua dan sekitar SPBU Tikala. Lalu lintasnya macet luar biasa. Kalau kejadian ini tidak cepat diselesaikan maka akan mengganggu mobilitas para tamu ARF Direx.
Melalui instruksi Wali Kota Manado, Vicky Lumentuut, sejumlah kelurahan nampaknya sudah menyiapkan diri terbukti dengan banyaknya banner-banner kelurahan yang dipasang di pinggir jalan, melengkapi banner dari BNPBD dan Kekominfo Jakarta.
Hanya saja ketidakhadiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghadiri momentum internasional ini sedikit mengurangi gairah ARF Direx. Presiden mewakilkan kepada Wapres, Boediono untuk menghadiri pembukaan ARF Direx.
Boediono bakal hadir ke Manado usai menerima gelar Doktor Honoris Causa dari University of Western Australia. Wapres melakukan lawatan ke Australia 9-13 Maret 2011. Ketidakhadiran Presiden ini persis saat Sail Bunaken lalu. Beliau banyak diharapkan datang namun hanya mewakilkan ke Menkokesra.
Geger rencana reshufle kabinet untuk menata ulang kabinet koalisi nampaknya ikut menyita perhatian Presiden SBY sehingga mengurungkan agendanya ke Manado.
Selamat datang para peserta ARF Direx. Semoga Manado dan Sulawesi Utara pada umumnya menjadi tempat yang menyenangkan. (agusantara@yahoo.com).
* Kepala Biro Perum LKBN ANTARA Sulut.
Pewarta :
Editor : Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Artikel
Lihat Juga
Ekonomi di Antara Riuh Pasar, Membaca Pertumbuhan Sulawesi Utara 5,39 persen
16 December 2025 21:08 WIB