Manado, (Antara News) - Hotel berbintang di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut) menurunkan harga tarif kamar hingga 50 persen, karena sepinya tamu di bulan suci Ramadhan.

"Penurunan tarif dikemas dalam paket promosi turun hingga separuh dari harga normal, dengan tujuan menarik minat masyarakat datang menginap di hotel berbintang," kata Public Relation Hotel Aston Manado, Nancy Fenyapwain, di Manado, Sabtu.

Nancy mengatakan, promosi besar-besaran bukan hanya dilakukan oleh Aston saja, tetapi menurut informasi dilakukan juga oleh hampir semua hotel di Manado, sebab biasanya selama bulan puasa hotel sepi pengunjung.

"Selama bulan puasa, hotel berada pada kondisi sedikit pengunjung (law season) tak heran bila banyak hotel menawarkan produk menarik, seperti yang dilakukan hotel  Aston, pada intinya ingin menarik tamu untuk datang menginap," kata Nancy.

Hotel Aston sebagai salah satu hotel bintang empat, kata Nancy, selama bulan suci ramadhan menawarkan harga tarif menginap sebesar Rp399.000 nett, kurang lebih separuh dari harga normal Rp768.000 semalam.

Public Relation Swiss-bell Maleosan Manado, Teddy Manangka mengatakan, guna menarik minat tamu datang menginap maka pihaknya melakukan berbagai promosi baik makanan, dan berbagai produk hotel lainnya serta layanan prima.

"Hampir setiap pekan melakukan inovasi makanan restoran, serta beberapa racikan program berbuka puasa sebagai upaya memberi pelayanan terbaik dan menarik minat masyarakat menginap di hotel," kata Teddy.

Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia(PHRI) Manado, Paultje Kaunang mengatakan, kendati bulan puasa ditandai tingkat hunian rendah, tetapi tetapi optimistis tingkat hunian hotel secara rata-rata tahunan akan berada di atas rata-rata.

Pewarta :
Editor : Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026