Bio Farma lengkapi data standar GS1 cegah pemalsuan vaksin COVID-19
Dokumen: Menristek dan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro (kedua kiri) bersama SEVP Penelitian dan Pengembangan Adriansjah Azhari (kedua kanan) meninjau laboratorium vaksin dan serum Bio Farma saat kunjungan kerja di Bandung, Jawa Barat, Kamis (12/12/2019). ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/aww.
"Kami lakukan juga dengan dua dimensi data matriks yang akan ditempel sehingga bisa dideteksi, dan tidak akan mudah untuk dipalsukan," kata Kepala Divisi Unit Klinik dan Imunisasi Bio Farma Mahsun Muhammadi dalam seminar virtual Vaksinasi COVID-19 di Indonesia: Di Mana Peran Masyarakat? diikuti di Jakarta, Rabu.
Mahsun menuturkan pengemasan vaksin COVID-19 dilakukan sedemikian rupa sesuai standar untuk menjamin kualitas vaksin tetap baik sampai di lokasi pengiriman.
Mahsun mengatakan pada setiap label vial vaksin, awal 2021 sudah dilengkapi dengan 2D data matriks yang memuat kode serialisasi yang dibuat secara acak untuk menghindari duplikasi.
"Di box-nya kami siapkan dengan standar GS1, jadi ada kode seri tersendiri sehingga ini menghindari duplikasi agar bisa di-'tracking' (dilacak) semuanya," ujarnya.
Bio Farma juga sudah menyiapkan aplikasi Bio Tracking untuk pengecekan keaslian produk vaksin Bio Farma.
Bio Tracking merupakan aplikasi portabel atau bisa digunakan pada telepon pintar yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengetahui keaslian dan informasi produk.
"Kami menyiapkan namanya Bio Tracking, posisi GPS, temperaturnya juga kita cek, ada sensor di pintunya, juga check pointnya, alur jalannya juga bisa kita deteksi, di konsumen akhir ini dengan handphone nanti bisa di deteksi dengan barcoding tertentu dengan dua dimensi data matrix," tuturnya.
Bio Farma akan mendistribusikan vaksin COVID-19 sampai ke dinas kesehatan provinsi dengan transportasi berpendingin.
Kemudian dari dinas kesehatan provinsi akan didistribusikan ke Dinas kesehatan kabupaten/kota lalu ke puskesmas hingga akhirnya ke tangan konsumen.
Sementara untuk distribusi ke swasta tidak akan melalui dinas kesehatan tapi melalui distributor yang akan masuk ke rumah sakit atau klinik-klinik swasta
"Tapi swasta saya kira berikutnya setelah yang pemerintah ini semua 'clear', aman baru nanti kami bergerak ke swasta," ujarnya.
Pewarta : Martha Herlinawati S
Editor : Guido Merung
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
DPRD Manado pertemukan FKTP-Kimia Farma-BPJS kesehatan bahas penurunan pasien
16 October 2023 20:49 WIB, 2023
Phapros jaga ketersediaan obat farmasi meski tren penyebaran COVID-19 turun
10 March 2022 18:44 WIB, 2022
Bio Farma yakin masih ada mencelah untuk turunkan harga layanan tes PCR
09 November 2021 15:03 WIB, 2021
Bio Farma mengapresiasi penetapan harga layanan tes PCR oleh pemerintah
09 November 2021 12:38 WIB, 2021
Menteri Erick Thohir minta Bio Farma tingkatkan produksi vaksin Covid-19
10 July 2021 18:32 WIB, 2021
Menteri Erick Thohir berduka atas meninggalnya ketua uji klinis vaksin Sinovac
08 July 2021 4:52 WIB, 2021
Kimia Farma dukung pengusutan dugaan penggunaan alat tes cepat COVID bekas
28 April 2021 14:51 WIB, 2021
Gandeng Kimia Farma, PLN Gaungkan Electrifying Culture-Kolaborasi Sinergi Produk Pelayanan antar BUMN
18 January 2021 15:18 WIB, 2021