Logo Header Antaranews Manado

Saham Inggris terus anjlok, kerugian harian terburuk beberapa dekade

Jumat, 13 Maret 2020 05:25 WIB
Image Print
Para komuter berjalan melewati Canary Wharf, saat jumlah kasus positif virus korona (COVID-19) semakin meningkat di seluruh dunia dan saham Eropa turun tajam di London, Inggris, Senin (9/3/2020). REUTERS/Dylan Martinez/nz/cfo (REUTERS/DYLAN MARTINEZ)

London (ANTARA) - Saham-saham mencatat kerugian harian terburuk dalam beberapa dekade pada perdagangan Kamis (12/3/2020), dengan indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London anjlok 10,87 persen atau 639,04 poin, menjadi berakhir di 5.237,48 poin.

Indeks FTSE 100 menderita kerugian satu hari terbesar sejak Oktober 1987, dan hari terburuk kedua yang pernah ada, Xinhua melaporkan.

Anglo American, sebuah perusahaan pertambangan multinasional Inggris, adalah pemain terburuk (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan nilai sahamnya kehilangan 18,85 persen.

Diikuti oleh saham perusahaan pembuat dan pertambangan baja multinasional terintegrasi secara vertikal Evraz yang jatuh 17,75 persen, serta perusahaan energi dan jasa multinasional Inggris Centrica merosot 17,74 persen.



Pewarta :
Editor: Guido Merung
COPYRIGHT © ANTARA 2026