Logo Header Antaranews Manado

PROGRAM JKN-KIS MENDUKUNG UPAYA PEMERATAAN EKONOMI BERKEADILAN

Senin, 16 Juli 2018 17:55 WIB
Image Print
Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Sulutenggomalut Lisa Nurena memberikan sambutan pada perayaan ulang tahun BPJS Kesehatan ke-50 (1)
"Artinya rata-rata sebanyak 612.055 orang per hari kalander yang merasakan manfaat program ini."

Manado, 16/7 (Antaranews Sulut) - Deputi Direksi BPSJ Kesehatan Wilayah Sulutenggomalut Lisa Nurena mengatakan, program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) mendukung upaya ekonomi berkeadilan.
"Hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian lembaga penyelidikan ekonomi dan masyarakat fakultas ekonomi dan bisnis Univesitas Indonesia tahun 2016 dan 2017," kata Lisa dikutip dari sambutan Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris di Manado, Senin.
Total kontribusi program JKN-KIS terhadap perekonomian Indonesia tahun 2016 mencapai Rp152,2 triliun, dan kontribusi ini diperkirakan meningkat tajam di tahun 2021 menjadi Rp289 triliun.
Program ini, lanjut dia, telah meningkatkan angka harapan hidup sebesar 2,9 tahun dan berkontribusi sebesar 0,84 persen dari total PDB Indonesia, dan kenaikan persen kepesertaan JKN-KIS setara dengan peningkatan pendapatan masyarakat sebesar Rp1 juta per tahun per kapita.
Di bidang ketenagakerjaan, lanjut dia, program JKN-KIS berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja sebesar 1,45 juta orang di tahun 2016, dan akan meningkat menjadi 2,56 juta pada tahun 2021.
Tak hanya itu, program JKN-KIS mampu menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap pelayanan kesehatan yakni sebesar 223,4 juta kunjungan sampai akhir tahun 2017.
"Artinya rata-rata sebanyak 612.055 orang per hari kalander yang merasakan manfaat program ini. Kondisi ini seiring dengan peningkatan kepesertaan JKN-KIS," katanya.
Pemanfaatan program ini, berkontribusi langsung terhadap upaya penanganan permasalahan kesehatan nasional yaitu membantu pemulihan kesehatan, pencegahan penyakit dan atau kecacatan yang berdampak besar bagi produktivitas bangsa Indonesia baik dari sisi sosial dan ekonomi.
Dia menambahkan, pada akhir tahun kepsertaan JKN-KIS sebanyak 133,42 juta jiwa dan terus meningkat hingga 31 Desember 2017 yang telah mencapai 187,98 juta jiwa dan akhir tahun Mei 2018 mencapai 198,19 juta jiwa.
Tak hanya itu, program JKN-KIS mampu berkontribusi dalam mengentaskan kemiskinan dengan cara mencegah 1,18 juta orang (tahun 2015) dan 1,16 juta (tahun 2016) yang berada di atas garis kemiskinan untuk tidak jatuh miskin, serta mencegah 15,9 juta orang (tahun 2015) dan 14,5 juta orang (tahun 2016) yang telah miskin tidak semakin terpuruk ke kemiskinan yang mendalam.***4***



Pewarta :
Editor: Karel Alexander Polakitan
COPYRIGHT © ANTARA 2026