
Tambahan subsidi solar untungkan IKM

"Hal ini dampaknya cukup baik ke IKM dan menguntungkan," jelasnya.
Manado, (Antaranews Sulut) - Kebijakan pemerintah pusat untuk menambah subsidi bahan bakar solar akan menguntungkan industri kecil menengah (IKM) di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
"Karena sebagian besar IKM di Sulut mengonsumsi bahan bakar minyak jenis solar dalam kendaraannya untuk melakukan kegiatan usaha," kata Kepala Bidang Fasilitasi dan Pengembangan IKM Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut Alwy Pontoh di Manado, Senin.
Alwy mengatakan jika subsidi ditambah maka IKM bisa menekan biaya yang dikeluarkan untuk transportasi.
"Hal ini dampaknya cukup baik ke IKM dan menguntungkan," jelasnya.
Pemerintah Provinsi Sulut akan terus mendorong IKM agar lebih baik lagi dan bisa naik kelas.
Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Provinsi Sulut Ivanry Matu mengatakan pihaknya sangat mendukung Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang mengusulkan penambahan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar tanpa menggunakan mekanisme Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P).
"Selaku pelaku usaha, kami mendukung program pemerintah yang intinya untuk kepentingan ekonomi negara," kata Ivanry.
Ivanry mengatakan rencana subsidi Solar rencananya akan ditambah menjadi Rp1.000 per liter, sehingga subsidinya menjadi Rp1.500 per liter.
"Kalau kita mendukung saja sepanjang itu untuk kepentingan ekonomi negara dan berdampak langsung untuk masyarakat, karena kalau tidak berdampak positif itu akan menjadi percuma karena hutang negara saat ini sudah tembus di angka cukup besar," jelasnya.
General Manager Marketing Operation Region VII Pertamina, Tengku Fernanda mengatakan hal ini sepenuhnya bukan domain-nya Pertamina.
"Pertamina hanya bisa menunggu dan menerima keputusan pemerintah tersebut," kata Tengku.
Apakah memang akan ditambah subsidinya dari Rp500 menjadi Rp1.000 ataupun Rp1.500. Sebagai ilustrasi saja harga jual Solar di SPBU Rp5.150, harga non subsidi Rp8.500-9.000, artinya selisihnya sekitar Rp3.000-4.000.
Jika ada tambahan subsidi menjadi Rp1.500 tentunya akan membantu Pertamina.
(T.KR-NCY/B/G004/G004) 04-06-2018 09:35:56
Pewarta : Nancy Lynda Tigauw
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
