Logo Header Antaranews Manado

Muhammadiyah Sulut: Perbedaan perkuat ukhuah islamiah

Jumat, 20 Maret 2026 12:13 WIB
Image Print
Ratusan umat Muslim melakukan Shalat Idul Fitri di Lapangan Basket Kawasan Megamas di Manado, Jumat (20/3/2026). ANTARA/Nancy Tigauw

Manado (ANTARA) - Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Utara (Sulut) Masrur Mustamat mengatakan perbedaan penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah untuk penentuan waktu Shalat Idul Fitri tahun ini memperkuat ukhuah islamiah.

"Perbedaan penetapan Hari Raya Idul Fitri tahun ini kembali terjadi antara pemerintah dan organisasi masyarakat Islam, khususnya Muhammadiyah," kata dia setelah Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah di Lapangan Basket Kawasan Megamas di Manado, Jumat.

Dia mengajak umat Islam untuk tetap menjaga persatuan dan tidak menjadikan perbedaan sebagai sumber perpecahan.

Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal lebih awal dibandingkan pemerintah. Penetapan tersebut bagian dari upaya Muhammadiyah mendorong penyatuan kalender Islam global sehingga diharapkan ke depan umat dapat merayakan hari besar keagamaan secara serentak.

"Perbedaan ini bukan untuk dipertentangkan, melainkan menjadi momentum untuk memperkuat ukhuah islamiah,” ujar dia.

Masrur menjelaskan perbedaan penetapan hari raya sebagai hal yang telah lama terjadi dan memiliki dasar perhitungan masing-masing, baik melalui metode hisab maupun rukyat, yang digunakan pemerintah melalui Kementerian Agama.

Meski demikian, ia berharap, umat Islam dapat menyikapi perbedaan tersebut secara bijaksana dan dewasa.

Ia mengatakan semangat kebersamaan harus tetap dijaga, terutama dalam kehidupan bermasyarakat yang majemuk.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan aparat keamanan yang telah mendukung kelancaran pelaksanaan Shalat Idul Fitri, khususnya bagi warga Muhammadiyah di berbagai daerah.

Dia menilai kerja sama antara organisasi keagamaan, pemerintah, dan aparat keamanan penting untuk memastikan pelaksanaan ibadah berjalan aman dan tertib.

Selain itu, Muhammadiyah bersama sejumlah pengurus daerah juga berpartisipasi dalam mendukung kegiatan keagamaan dengan menyediakan fasilitas bagi jamaah.

"Kami Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulut bekerja sama dengan pimpinan daerah Muhammadiyah itu menyediakan 32 titik. Jadi ini bukan satu-satunya di kawasan Megamas sebagai lokasi Shalat Id," ujarnya.

Ia mengharapkan masyarakat tetap menjaga toleransi dan saling menghormati sehingga suasana Hari Raya Idul Fitri tetap berlangsung penuh kedamaian.

Ratusan warga Muhammadiyah menggelar Shalat Idul Fitri di Lapangan Basket Kawasan Megamas Manado yang dimulai pukul 07.00 Wita dengan imam Rivai Manopo dan khatib Ramli Makatungkang.



Pewarta :
Editor: Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026