
Pertamina: Penyaluran Elpiji di Langowan-kakas Lancar

Refly S, warga Kecamatan Kakas Barat mengeluhkan dirinya sulit mendapatkan elpiji 3 kg sudah hampir sepekan ini.
Manado, 5/8 (Antara) - Sales Representative Elpiji PT Pertamina (Persero) Area Manado Adeka Sangtraga Hitapriya mengatakan penyaluran elpiji 3 kilogram di Kecamatan Langowan dan Kakas Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara berjalan lancar dan aman.
"Penyaluran LPG isi 3 kg pada dua kecamatan tersebut lancar, sesuai dengan kuota masing-masing agen dan pangkalan," kata Adeka, di Manado, Jumat.
Adeka mengatakan bila ada keluhan masyarakat terjadi kekosongan di pangkalan, harus dicek lagi apakah pangkalan tersebut menjual langsung ke masyarakat atau ke warung-warung.
"Kalau pangkalan cepat habis, ada indikasi diserap oleh pengecer," katanya pula.
Dia menjelaskan saat terjadi kekosongan, bisa saja pangkalan melepas banyak ke warung atau spekulan, jika ada yang menimbun seperti itu mohon diinfokan ke Pertamina, akan diberikan sanksi tegas.
"Kalau didrop rata-rata 100 tabung per hari lalu langsung habis, kami akan tutup pangkalannya karena ada indikasi mengecerkan ke warung-warung dan tidak melayani masyarakat," ujarnya lagi.
Dia menyebutkan ada puluhan pangkalan di Langowan dan Kakas yang menyalurkan elpiji 3 kg ke masyarakat dengan jumlah tabung sekitar 2.230 tabung, sehingga jika terjadi kelangkaan dipastikan tidak mungkin.
"Jadwal penyaluran tersebut sudah masuk pada tanggal 3-4 Agustus 2016, berarti kalau semua tabung sudah habis, telah terjadi permainan di tingkat pangkalan," katanya pula.
Pihaknya akan langsung mengecek ke lokasi, dan jika kedapatan pangkalan nakal akan langsung dicabut izin usahanya.
"Kami sulit mendapatkan gas, kalau pun ada di pangkalan sudah menjual dengan harga Rp30 ribu per tabung, padahal sebenarnya bukan seperti itu," kata Refly lagi.
Dia berharap pihak Pertamina dan pemerintah agar segera menindak pangkalan yang nakal menjual elpiji di atas harga eceran tertinggi (HET).
Namun, katanya, walaupun mahal tetap harus dibeli karena sudah menjadi kebutuhan utama, setelah pemerintah melakukan konversi dari minyak tanah ke gas.
Hal senada juga dikatakan Ester L, ibu rumah tangga asal Langowan bahwa dirinya harus membeli gas elpiji 3 kg harganya hingga Rp40 ribu per tabung, karena harus membeli di warung-warung mengingat di pangkalan kosong.
"Kami berharap kekosongan itu tidak akan berlangsung lama, karena memasak harus menggunakan gas," katanya lagi.***3***
Budisantoso Budiman
(T.KR-NCY/B/B014/B014) 05-08-2016 20:57:20
Pewarta : Nancy Lynda Tigauw
Editor:
Guido Merung
COPYRIGHT © ANTARA 2026
