Logo Header Antaranews Manado

BI tingkatkan kualitas wirausaha Sulut lewat program "Patua-Wanua"

Sabtu, 14 Februari 2026 20:42 WIB
Image Print
Kepala Perwakilan BI Sulut Joko Supratikto saat membuka Program Patua dan Wanua 2026, di Manado, Sabtu (14/2/2026). ANTARA/Nancy Tigauw

Manado (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) meningkatkan kualitas Program Petani Unggulan Sulawesi Utara (Patua) dan Wirausaha Unggulan Sulawesi Utara (Wanua) tahun 2026, untuk meningkatkan perekonomian warga di daerah.

"Tahun ini merupakan angkatan ke-7 bagi Wanua dan ke-6 bagi Patua," kata Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Utara Joko Supratikto, di Manado, Sabtu.

Dia mengatakan, program unggulan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara sejak 2020 untuk meningkatkan daya saing petani dan UMKM lokal.

Program ini berfokus pada pelatihan, pendampingan, dan akses pasar, dengan 228 alumni (84 Patua, 144 Wanua) hingga tahun 2025.

Joko menjelaskan, tahun ini telah dimulai kembali dan masuk tahap kurasi terhadap 91 pelaku usaha yang lolos administrasi dari 187 yang mendaftar.

Peserta Patua dan Wanua tahun 2026 berasal dari seluruh kabupaten dan kota di Sulut

"Tahun ini kami akan menjaring 30 Wanua dan 30 Patua yang lolos kurasi," katanya.

BI berharap program ini akan mampu meningkatkan perekonomian daerah itu.

"Kita sadari bersama bahwa Sulawesi Utara merupakan daerah yang kaya dengan sumber daya dan potensi unggulan, kekayaan hasil laut yang melimpah, hingga semangat masyarakat yang pantang menyerah," kata Joko.

Melalui program ini, BI terus berupaya memberikan nilai tambah terhadap potensi yang ada agar para petani dan pelaku usaha tidak hanya produktif, tetapi juga kompetitif dan berdaya saing tinggi, tidak hanya di Provinsi Sulawesi Utara, namun juga di pasar nasional bahkan global.

Kepala Biro Ekonomi Provinsi Sulut Reza Dotulong mengatakan program ini merupakan wujud nyata dan komitmen BI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara yang inklusif dan berkelanjutan, sejalan dengan visi Gubernur Sulut Yulius Selvanus.

"Ini merupakan langkah yang sangat strategis, dalam mendukung upaya Pemerintah Sulut menjaga inflasi tetap stabil, dan target pertumbuhan ekonomi tahun yang yang mencapai 6-7 persen," kata Reza.



Pewarta :
Editor: Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026