
Kapolri buka latihan kursus pelatih GP Ansor di SPN

Bantul (ANTARA) - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membuka kegiatan Latihan Instruktur dan Kursus Pelatih II GP Ansor, Banser dan Majelis Dzikir Sholawat (MDS) Rijalul Ansor di Lapangan Olahraga Sekolah Polisi Negara (SPN) Selopamioro, Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
"Kita harapkan dengan adanya pelatihan ini kualitas sumber daya manusia (SDM) dari rekan rekan Ansor, Banser dan MDS Rijalul Ansor akan semakin siap," kata Kapolri dalam pengarahan saat pembukaan kegiatan tersebut di SPN Selopamioro, Sabtu.
Menurut dia, pemerintah Indonesia memiliki berbagai program, sehingga diharapkan para teman teman Ansor, Banser yang menjadi bagian Nahdlatul Ulama (NU) bisa bersama sama untuk terus memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan.
"Tentunya kita harapkan juga bagaimana teman teman bisa aktif untuk mengisi kemerdekaan tersebut dengan rekan rekan terlibat langsung dalam seluruh kegiatan kegiatan dan program pemerintah untuk menjaga stabilitas kamtibmas," kata Kapolri.
Kapolri juga berharap para kader Ansor, Banser dan MDS Rijalul Ansor turut menjaga agar negara Indonesia tetap kondusif.
"Namun di sisi lain bagaimana rekan rekan bisa masuk untuk menjadi pelaku pelaku ekonomi untuk membawa masa depan Indonesia agar bisa menjadi lebih baik," katanya.
Kapolri mengatakan, bahwa sudah saatnya bangsa ini berdiri di kaki sendiri, dan itu semua bisa terjadi apabila sumber daya manusia bisa mengelola berbagai sumberdaya alam yang dimiliki tersebut dengan baik.
Kapolri menambahkan, untuk bisa mengelola sumberdaya alam dengan baik, untuk bisa mengelola potensi potensi ekonomi dengan baik, maka dibutuhkan kecakapan kemampuan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
"Dan saya kira itu juga yang saat ini akan dijadikan materi dalam pelatihan instruktur dan kursus pelatih yang akan dilaksanakan oleh Ansor, Banser dan MDS Rijalul Ansor tiga hari ke depan," katanya.
Sementara itu, Ketua Umum PP GP Ansor Addin Jauharudin mengatakan kegiatan yang berlangsung hingga 16 Februari 2026 diikuti kader Ansor dan Banser dari DIY, Jawa Tengah, Jawa Timur sejumlah 6.000 personel, dan sekitar 200-an peserta instruktur dan pelatih.
"Pelatihan ini menjadi sangat penting karena menyangkut masa depan arah wajah kader Ansor, kader Banser yang ke depan juga arah wajah NU. Oleh karena itu, semakin baik pelatihnya, semakin baik instrukturnya, maka semakin baik pula kader dan organisasi," katanya.
Menurut dia, karena itu tugas para pelatih dan instruktur agar bagaimana menerjemahkan visi misi dan strategi organisasi.
"Karena itu para pelatih dan instruktur GP Ansor, Banser adalah sumber daya manusia yang mendapatkan mandat dan tugas melatih para kader di seluruh Indonesia, " katanya.
Pewarta : Hery Sidik
Editor:
Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
