
BMKG: Tiga kabupaten di Sulut berpotensi hujan lebat disertai angin kencang

Manado (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan tiga kabupaten di Provinsi Sulawesi Utara berpotensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang.
"BMKG mengeluarkan imbauan kewaspadaan cuaca ekstrem hingga 7 Februari 2026," kata Kepala Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado Dhira Utama, di Manado, Jumat.
Berdasarkan analisis kondisi dinamika atmosfer, BMKG memantau berbagai fenomena yang mempengaruhi cuaca di wilayah Sulawesi Utara.
Fenomena itu di antaranya prediksi spasial Equatorial Rossby yang berkontribusi dalam pembentukan awan hujan dan terdeteksi badai tropis Penha berada di utara pulau Mindanao, Filipina.
Badai tropis tersebut diprediksi bergerak ke arah barat-barat laut membentuk pola konvergensi dan memberikan dampak tidak langsung terhadap peningkatan curah hujan dan angin kencang.
Kombinasi dari fenomena tersebut membentuk kondisi atmosfer yang diprediksi akan mendukung terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir serta angin kencang di Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa Selatan, dan Kabupaten Bolaang Mongondow.
BMKG mengimbau masyarakat, pemerintah kabupaten/kota, dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara agar meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan serta berkoordinasi dengan instansi terkait.
Hal ini sebagai tindakan antisipasi bencana hidrometeorologi (genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang) terlebih khusus untuk daerah bertopografi curam/bergunung/tebing atau rawan longsor dan banjir.
Mengingat cuaca bersifat dinamis, diimbau terus monitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado dan secara lebih rinci dan detail untuk tiap kelurahan di seluruh wilayah Sulawesi Utara melalui website https://cuaca.bmkg.go.id serta kanal informasi lainnya yang terverifikasi.
Pewarta : Karel Alexander Polakitan
Editor:
Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
