Logo Header Antaranews Manado

85 orang tewas setelah banjir landa Thailand

Jumat, 28 November 2025 16:07 WIB
Image Print
Seorang warga melintasi banjir yang melanda Hat Yai, Provinsi Songkhla, Thailand, Selasa (25/11/2025). Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul mengumumkan keadaan darurat di Provinsi Songkhla pada hari Selasa karena banjir parah melanda wilayah yang menjadi salah satu tempat penyelenggaraan SEA Games 2025 itu. ANTARA FOTO/Xinhua/Sun Weitong/sgd

Istanbul (ANTARA) - Jumlah korban tewas akibat banjir dahsyat di Thailand selatan meningkat menjadi 85 orang pada Rabu (26/11), dengan lebih dari satu juta rumah tangga di seluruh negeri terdampak, menurut laporan Bangkok Post pada Jumat (28/11).

Juru bicara pemerintah Siriping Angkasakulkiat mengatakan pada Kamis (27/11) bahwa jumlah korban tewas akibat banjir dahsyat di Provinsi Songkhla meningkat menjadi 85 orang.

Dia mengatakan 55 kematian disebabkan langsung oleh banjir, sementara 30 lainnya disebabkan oleh penyebab lain.

Teerapat Kachamat, direktur jenderal Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana, mengatakan bahwa banjir masih parah di 105 distrik di sembilan provinsi selatan, berdampak pada lebih dari 1,07 juta rumah tangga dan lebih dari 2,9 juta orang.

Tim tanggap darurat telah dikirim untuk membantu evakuasi, mengirimkan makanan dan air, serta menyediakan dapur umum, unit pemurnian air, dan perahu penyelamat.

Sebelumnya, Pusat Operasi Krisis Banjir mengimbau penduduk setempat untuk mengungsi ketika mendapat peringatan, karena krisis cuaca di Thailand selatan dapat memburuk.

Departemen Meteorologi Thailand sebelumnya mengeluarkan peringatan baru untuk hujan lebat hingga sangat lebat dan banjir bandang di sembilan wilayah tersebut.

Perdana Menteri Anutin Charnvirakul mengumumkan keadaan darurat pada Selasa di Songkhla dan Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Kerajaan Thailand telah ditunjuk sebagai pejabat utama yang bertanggung jawab untuk mengelola tanggap darurat.

Sumber: Anadolu



Pewarta :
Editor: Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026