Logo Header Antaranews Manado

Pasar saham Australia dibuka melemah

Selasa, 15 Maret 2016 08:38 WIB
Image Print
ANZ turun 0,83 persen, Commonwealth Bank of Australia turun 0,43 persen, National Australia Bank merosot 0,88 persen, sementara Westpac tergelincir 0,06 persen.

Sydney, 15/3 (Antara/Xinhua) - Saham-saham Australia mengikuti pasar ekuitas luar negeri lebih rendah pada pembukaan perdagangan Selasa, terbebani oleh saham sumber daya ketika para investor menunggu serangkaian pertemuan bank sentral.

Indeks acuan S&P/ASX200 turun 17,0 poin atau 0,33 persen menjadi diperdagangkan pada 5.168,5, sementara indeks All Ordinaries turun 16,6 poin atau 0,32 persen menjadi 5.225,8.

Pasar telah menjadi sedikit gelisah tentang keberlanjutan harga komoditas yang tinggi dengan tidak adanya berita pemotongan produksi, menyebabkan pelemahan di sektor energi dan material yang mengalir melalui ke pasar lebih luas, kepala analis pasar CMC, Ric Spooner, mengatakan kepada Xinhua.

"Orang memiliki pandangan bahwa dolar Australia akan melemah sehingga Anda akan melihat penjualan portofolio jangka pendek di pasar Australia, karena investor internasional dirugikan oleh melemahnya dolar," kata Spooner.

ANZ turun 0,83 persen, Commonwealth Bank of Australia turun 0,43 persen, National Australia Bank merosot 0,88 persen, sementara Westpac tergelincir 0,06 persen.

BHP turun 0,73 persen, saingannya Rio Tinto 1,42 persen lebih rendah, sementara penambang emas Newcrest kehilangan 1,60 persen.

Santos merosot 2,76 persen, Oil Search 1,67 persen lebih rendah dan Woodside Petroleum jatuh 1,91 persen.

Wesfarmers beringsut naik 0,14 persen, sementara Woolworths tergelincir 0,13 persen.

Telstra naik 1,42 persen meskipun Qantas dibuka datar.

Pedagang akan mengawasi keputusan bank sentral Jepang (BoJ) sore ini seolah-olah mereka tidak mungkin untuk menggerakkan suku bunga, mereka telah dikenal mengejutkan, kata Spooner, namun pertemuan kebijakan Federal Reserve AS pada Kamis akan memiliki pengaruh terbesar pada pemikiran pasar.

"Itu tidak akan mengejutkan untuk melihat pasar muncul di sisi lain pertemuan Fed dengan harapan tinggi kenaikan suku bunga tahun ini," kata Spooner.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026