Logo Header Antaranews Manado

Wali Kota Manado sebut pemotongan transfer pusat beratkan daerah

Kamis, 4 September 2025 14:19 WIB
Image Print
Wali Kota Manado, Andrei Anjgouw dan Wawali Richard H Sualang. (Antara/Joyce)
berat sekali, transfer ke daerah ini 20-an persen lebih dan itu pasti berat

Manado (ANTARA) - Wali Kota Manado, Andrei Angouw, mengakui rencana pemerintah pusat untuk memotong transfer dana transfer adalah hal yang memberatkan daerah.

"Waduh ini berat sekali, transfer ke daerah ini 20 persen lebih dan itu pasti berat," kata Angouw, di Manado, Kamis.

Tetapi Angouw mengatakan, pemerintah daerah cuma mendapat pembagian tugas dari pusat, jadi dengan sistem presidensil maka harus terserah pada keinginan pusat.

"Kita harus mengikuti dan mendukung kebijakan pemerintah pusat, walaupun memang secara keuangan pasti berat untuk kita," katanya.

Karena hal tersebut, jelas Angouw, berarti adalah pengurangan pemasukan daerah, sehingga akan berpengaruh pada keuangan di Kota Manado, yang akan membiayai pembangunan fisik dan mental Manado.

Sesuai dengan RAPBN 2026, pemerintah RI berencana melakukan pemotongan dana transfer ke daerah, yang akan dimulai tahun anggaran 2026, yang diperkirakan akan mencapai 25 persen dari sebelumnya.

Pemotongan tersebut diperkirakan akan membuat kondisi keuangan daerah terdampak, terutama pada dana alokasi khusus (DAK) serta alokasi untuk sektor kesehatan dan pendidikan.

Pemotongan dana transfer untuk daerah, sudah ditegaskan dalam Inpres nomor 1 tahun 2025 tentang efisiensi belanja APBN dan APBD 2025 dan diatur lebih lanjut dalam Keputusan Menteri Keuangan nomor 29 tahun 2025.



Pewarta :
Editor: Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026