Manado (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi 2,5 hingga 4 meter di sejumlah wilayah perairan Sulawesi Utara pada September 2025.
"Kami berharap warga memperhatikan risiko tinggi gelombang terhadap keselamatan pelayaran," ujar Kepala Bidang Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Bitung Ricky D Aror di Manado, Senin.
Ia menjelaskan terdapat belokan angin sepanjang Sulawesi Utara yang dapat mendukung potensi pertumbuhan awan konvektif.
"Pola angin di perairan Sulawesi Utara pada umumnya bertiup dari arah selatan hingga barat dengan kecepatan antara 6-20 knot," katanya.
Kecepatan angin tertinggi, kata dia, berada di perairan Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Talaud.
Kondisi tersebut, katanya, berpotensi meningkatkan tinggi gelombang di sekitarnya.
Tinggi gelombang antara 1,25-2,5 meter (sedang) berpeluang terjadi di perairan Kabupaten Minahasa Utara, perairan Kabupaten Kepulauan Talaud, dan perairan Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Dia berharap, pada potensi tinggi gelombang hingga 2,5 meter tersebut, perahu nelayan memperhatikan kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter.
Kapal tongkang memperhatikan kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter, sedangkan kapal feri, kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter.

